Kiprah Andik Matulessy Dari Bojonegoro Menjadi Wajah Psikologi ASEAN

  • 13 November 2025
  • 77

Ketika menyebut nama Dr. Andik Matulessy, M.Si., Psikolog, banyak akademisi dan profesional psikologi di Indonesia langsung teringat pada sosok yang rendah hati, berwawasan luas, dan berdedikasi tinggi terhadap pengembangan ilmu serta profesi psikologi.

 

Kini, ia menjabat sebagai Ketua Program Studi Profesi Psikolog Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya, sekaligus dipercaya sebagai Presiden ASEAN Regional Union of Psychological Societies (ARUPS) periode 2025–2027, sebuah posisi prestisius yang ia raih dalam Kongres ARUPS di Cebu, Filipina.

  

Akar dari Desa Banjarjo, Padangan, Bojonegoro

 

Andik kecil lahir pada 22 Desember 1968 di Desa Banjarjo, Kecamatan Padangan, Kabupaten Bojonegoro, yang berada di perbatasan Jawa Timur dan Jawa Tengah. Ia dibesarkan dalam keluarga pendidik, kedua orang tuanya adalah guru, yang menanamkan nilai disiplin, kejujuran, dan pentingnya ilmu pengetahuan sejak dini.

 

Ia menempuh pendidikan dasar di SDN Banjarjo 1 dan lulus pada tahun 1980, lalu melanjutkan ke SMP Negeri 2 Padangan pada 1980–1983. Sejak masa sekolah, Andik dikenal sebagai siswa berprestasi dan selalu menempati peringkat atas di kelas. Prestasi akademiknya di tingkat SMP bahkan memberinya kesempatan istimewa untuk diterima langsung di SMA Negeri 1 Bojonegoro tanpa melalui tes seleksi, kesempatan yang hanya diberikan kepada siswa peringkat pertama dari setiap sekolah, tempat ia kemudian menempuh pendidikan pada 1983–1986.


Menemukan Panggilan Hidup di Dunia Psikologi

 

Setelah lulus SMA, Andik sempat diterima di Jurusan Teknik Kimia Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Yogyakarta. Namun, pada tahun yang sama, melalui Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (Sipenmaru), sistem seleksi nasional sebelum Ujian Masuk Perguruan Tinggi Negeri (UMPTN) dan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN), ia juga dinyatakan lolos di Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.

 

Keputusan untuk memilih UGM ia ambil dengan pertimbangan keluarga dan biaya pendidikan. Dua kakaknya kala itu sudah kuliah di perguruan tinggi swasta, sementara UGM sebagai universitas negeri dinilai lebih terjangkau dan menjanjikan peluang akademik yang luas.

 

Menariknya, psikologi bukan pilihan utama Andik. Ia menempatkannya di urutan keempat, setelah kedokteran dan akuntansi. Namun, seiring waktu, ia menemukan panggilan hati di bidang psikologi, ilmu yang menyentuh sisi kemanusiaan, perilaku, dan pemecahan masalah sosial. Pilihan yang semula hanya “cadangan” itu justru mengubah arah hidupnya. Dari sanalah ia mulai menapaki jalan panjang sebagai akademisi dan psikolog yang berpengaruh.

 

Tiga Dekade Mengabdi untuk Untag Surabaya

 

Tamat dari UGM pada 1992, Andik tidak mengejar karier di kota besar atau perusahaan multinasional. Ia justru memilih jalan pengabdian menjadi dosen di Fakultas Psikologi Untag Surabaya. Sejak saat itu hingga kini, lebih dari tiga dekade kemudian, kampus merah putih itu menjadi rumah yang membentuk jati diri akademis dan kepemimpinannya.


Kariernya berkembang seiring waktu. Ia pernah menjabat sebagai Sekretaris Laboratorium Psikologi, Sekretaris Biro Psikologi, Sekretaris Program Magister Psikologi, Pembantu Dekan I dan III, hingga dipercaya menjadi Dekan Fakultas Psikologi Untag Surabaya selama dua periode (2001–2009). Setelah itu, ia diamanahi posisi Wakil Rektor I hingga 2017, dan kini tahun 2025, kembali menahkodai Program Studi Profesi Psikolog, prodi yang tengah tumbuh pesat.


Sebagai pemimpin akademik, Dr. Andik dikenal tegas namun hangat. Ia menanamkan nilai profesionalisme dan etika dalam setiap langkah mahasiswa maupun koleganya. Baginya, psikologi harus menjadi ilmu yang membumi, hadir untuk membantu manusia memahami dirinya dan sesamanya.


Kiprah Internasional dan Jejaring Global

 

Perjalanan Andik tidak berhenti di tingkat nasional. Ia aktif membangun jejaring di berbagai organisasi profesi psikologi, baik dalam negeri maupun internasional. Ia pernah menjadi Wakil Ketua dan Sekretaris Jenderal Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI), sebelum akhirnya terpilih sebagai Ketua Umum HIMPSI Pusat periode 2022–2026 dalam kongres di Sumatra Utara.

 

Di level regional, namanya semakin diakui. Sebelum dipercaya memimpin ARUPS, ia menjabat Bendahara ARUPS (2023–2025) serta menjadi pengurus Asia Pacific Psychology Alliance (APPA) sejak 2020–2025, dan kembali terpilih untuk periode 2025–2027 di Cebu, Filipina.

 

APPA menaungi asosiasi psikologi dari lebih 20 negara di Asia Pasifik, termasuk Jepang, China, India, Australia, dan Selandia Baru. Melalui wadah ini, ia turut mendorong kolaborasi akademik dan pengembangan standar profesi psikologi regional. Dalam banyak forum, Andik menegaskan pentingnya kerja sama lintas negara untuk membangun profesi psikologi ASEAN yang inklusif, adaptif, dan berkelanjutan.

 

Kontribusi untuk Bangsa dan Negara

 

Kiprah Dr. Andik juga meluas ke ranah kebijakan publik. Ia terlibat dalam Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam tim perubahan perilaku masyarakat selama pandemi COVID-19, serta dipercaya sebagai Ketua Tim Pemeriksaan Psikologi Calon Presiden dan Wakil Presiden pada Pemilu 2024.

 

Sejak 2024, ia juga bergabung sebagai Kelompok Ahli di Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dalam bidang analisis psikologis terkait isu terorisme dan deradikalisasi. Dari ruang kuliah hingga meja kebijakan nasional, Andik membuktikan bahwa ilmu psikologi dapat berperan nyata dalam menjaga stabilitas sosial dan keamanan bangsa.

 

Sosok Sederhana dengan Keluarga yang Harmonis


Meski telah mengemban banyak peran penting, kesederhanaan tetap menjadi ciri khasnya. Ia tinggal di Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur bersama istri dan keempat anaknya. Sang istri, yang juga berlatar belakang psikologi, aktif menulis dan menjadi konselor, sementara anak-anak mereka menempuh jalur karier yang beragam, mulai dari komunikasi hingga teknik.


Kesederhanaan hidupnya menjadi cerminan prinsip yang dipegang teguh, bahwa kebahagiaan tidak diukur dari materi, melainkan dari kebermanfaatan bagi sesama. Ia menikmati hidup dengan penuh rasa syukur dan terus berupaya menebarkan inspirasi melalui pendidikan dan karya.


Inspirasi bagi Generasi Muda

 

Bagi Dr. Andik, keberhasilan tidak lahir seketika, melainkan hasil proses panjang yang ditempa oleh ketekunan, keberanian, dan kemampuan beradaptasi. Ia mendorong generasi muda untuk berani melangkah keluar dari zona nyaman dan menjalin jejaring global, karena dunia kerja masa depan menuntut kemampuan berinteraksi lintas budaya.

 

“Psikologi bukan hanya tentang memahami perilaku manusia, tetapi juga membentuk karakter dan empati sosial,” ujarnya. Ia berharap mahasiswa psikologi Untag Surabaya tumbuh menjadi profesional yang cerdas secara intelektual, namun tetap peka terhadap nilai budaya lokal, kemanusiaan, dan keadilan sosial.


Menempuh pendidikan di daerah dengan fasilitas terbatas tentu bukan hal mudah. Namun bagi Andik muda, keterbatasan justru menjadi pemicu semangat untuk terus belajar dan menyimpan impian besar tentang masa depan. Dari desa kecil di Bojonegoro, ia membuktikan bahwa pendidikan adalah jembatan untuk mengubah hidup sekaligus menginspirasi banyak orang. (Boby)



https://untag-sby.ac.id
https://www.untag-sby.ac.id

\