Mahasiswa Sastra Jepang Dapat Pembekalan Internship Sebelum Menapaki Negeri Sakura

  • 28 Oktober 2025
  • 2939

Mahasiswa Program Studi Sastra Jepang Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya mendapat pembekalan mengenai dunia kerja di Jepang melalui Seminar Internship Jepang yang digelar oleh Himpunan Mahasiswa Sastra Jepang (Himawari) Fakultas Ilmu Budaya (FIB) pada Kamis, 23 Oktober 2025, di Auditorium R. Ing. Soekonjono, Lantai 6 Untag Surabaya.


Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa Sastra Jepang Untag Surabaya serta perwakilan dari SMK Kristen Petra, SMA GIKI 3, dan SMA IPIEMS. Seminar bertujuan memberikan wawasan tentang program magang di Jepang, baik akademik maupun profesional, sekaligus menumbuhkan semangat mahasiswa untuk mengasah kompetensi bahasa dan budaya Jepang melalui pengalaman langsung di luar negeri.


Dekan Fakultas Ilmu Budaya Untag Surabaya, Dr. Pariyanto, M.Ed., dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan magang merupakan bagian penting dari kurikulum berbagai program studi, termasuk Sastra Jepang dan Sastra Inggris. Menurutnya, pembelajaran di kelas perlu dilengkapi dengan pengalaman langsung di dunia industri agar mahasiswa memahami keterampilan dan tantangan nyata yang akan dihadapi.


“Magang bukan hanya kewajiban akademik, tetapi juga sarana membangun profesionalisme dan kematangan diri. Pengalaman internship di Jepang memberikan nilai tambah luar biasa bagi mahasiswa, baik dari segi keterampilan, wawasan budaya, maupun peluang karier,” ujarnya.


Ketua Program Studi Sastra Jepang Untag Surabaya, Umul Khasanah, S.Pd., M.Lit., menjelaskan pentingnya memahami perbedaan antara internship akademik (magang kuliah) dan internship profesional (magang bekerja). Ia juga menuturkan berbagai kisah sukses alumni yang telah bekerja di Jepang maupun negara lain berkat kompetensi bahasa Jepangnya.


“Ada alumni FIB Untag Surabaya yang kini bekerja di Malaysia dan Amerika Serikat karena kemampuan bahasa Jepangnya. Bahkan lebih dari 20 alumni Sastra Jepang kini bekerja di Jepang dengan visa gijinkoku, yang setara dengan tenaga kerja profesional,” ungkapnya.


Dalam sesi utama seminar, Dra. Endang Poerbowati, M.Pd., dosen Sastra Jepang Untag Surabaya sekaligus perwakilan LPK Shinju, memaparkan materi bertajuk Panduan Internship di Jepang untuk Mahasiswa Sastra Jepang. Ia menjelaskan tahapan yang harus dilakukan mahasiswa sebelum, selama, dan sesudah mengikuti program magang di Jepang, mulai dari persiapan akademik, administrasi, finansial, hingga kesehatan.


“Internship bukan sekadar bekerja, tetapi juga proses pembelajaran lintas budaya yang membentuk karakter dan profesionalisme mahasiswa. Program ini akan menjadi pengalaman berharga jika dijalani dengan semangat belajar, adaptasi tinggi, dan sikap profesional,” tegasnya.


Selain LPK Shinju, seminar juga menghadirkan perwakilan dari LPK Perwita Nusaraya, yakni Edo Wibowo dan Eko Bagus Iswahyudi, yang menjelaskan peluang serta mekanisme program internship bekerja di Jepang bagi lulusan. Mereka memaparkan kebutuhan industri Jepang terhadap tenaga kerja asing yang terampil dan memahami budaya kerja Jepang.


Acara semakin menarik dengan sesi berbagi pengalaman dari mahasiswa Sastra Jepang yang telah mengikuti program magang di Jepang, yaitu Stefanie Sevina Ermawan, Bima Kristiano Suroso, Pingkan Anggita Chiki Maharani, dan Tasya Kartika Putri. Keempatnya menuturkan tantangan beradaptasi dengan budaya kerja Jepang serta manfaat besar yang diperoleh setelah kembali ke Indonesia.


Melalui kegiatan ini, Fakultas Ilmu Budaya Untag Surabaya menegaskan komitmennya dalam menyiapkan lulusan yang berwawasan global, unggul di bidang akademik, dan memiliki kompetensi lintas budaya. Pengalaman internship di Jepang diharapkan dapat menanamkan nilai kedisiplinan, etos kerja, dan semangat belajar ala Jepang sebagai bekal untuk berkontribusi di dunia profesional, baik di dalam maupun luar negeri. (Boby)


https://untag-sby.ac.id
https://www.untag-sby.ac.id

\