Capt. H. Haryono, S.E., M.M., M.Mar., meraih gelar doktor pada Program Studi Doktor Ilmu Ekonomi (DIE) Untag Surabaya setelah meneliti pemanfaatan Internet of Things (IoT) dan sistem informasi dalam meningkatkan kinerja perusahaan bongkar muat.
Temuan tersebut dipaparkan dalam Sidang Terbuka Promosi Doktor Ilmu Ekonomi yang berlangsung di Meeting Room Grha Wiyata Untag Surabaya, Jumat (26/6/2026).
Dalam disertasinya yang berjudul “Benefits of IoT Adoption, Challenges of IoT Adoption dan Information System untuk Meningkatkan Organizational Performance melalui Supply Chain Performance sebagai Variabel Mediasi pada Perusahaan Bongkar Muat di Pelabuhan Multipurpose Jawa Timur”, Haryono mengkaji pengaruh manfaat adopsi IoT, tantangan penerapan IoT, serta sistem informasi terhadap kinerja organisasi perusahaan bongkar muat.
Penelitian tersebut menempatkan supply chain performance atau kinerja rantai pasok sebagai variabel mediasi dalam hubungan antara pemanfaatan teknologi digital dan peningkatan organizational performance.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa manfaat penerapan IoT dan sistem informasi terintegrasi berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kinerja rantai pasok. Kinerja rantai pasok yang semakin efektif juga terbukti berdampak positif terhadap kinerja organisasi perusahaan.
Penelitian ini turut menemukan bahwa supply chain performance berperan sebagai variabel mediasi yang memperkuat hubungan antara manfaat adopsi IoT dan peningkatan kinerja organisasi.
Usai sidang, Haryono mengatakan bahwa topik tersebut dipilih karena kajian tentang penerapan IoT pada perusahaan bongkar muat masih relatif terbatas. Menurutnya, penelitian sebelumnya lebih banyak membahas sektor manufaktur dan transportasi.
“Saya memilih topik ini karena penelitian sebelumnya lebih banyak membahas sektor manufaktur dan transportasi. Sementara untuk perusahaan bongkar muat masih sangat sedikit, sehingga saya tertarik untuk menelitinya dan alhamdulillah dapat diselesaikan dengan baik,” ungkapnya.
Pemilihan topik itu juga tidak lepas dari pengalaman Haryono sebagai pelaku usaha di bidang logistik. Ia mengelola sejumlah perusahaan yang bergerak di bidang bongkar muat, pelayaran, dan logistik dengan aktivitas operasional di kawasan pelabuhan.
Pengalaman tersebut membuatnya melihat langsung berbagai tantangan industri dalam mengelola rantai pasok. Karena itu, Haryono berharap hasil penelitiannya dapat memberi manfaat tidak hanya bagi perusahaan bongkar muat, tetapi juga bagi sektor lain dalam ekosistem logistik.
“Saya berharap penelitian ini tidak berhenti di perusahaan bongkar muat saja. Masih banyak bisnis lain yang berkaitan dalam satu rantai pasok, seperti perusahaan pelayaran, pergudangan, hingga freight forwarding. Semuanya merupakan satu kesatuan yang saling berkaitan,” tuturnya.
Hasil penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi terhadap pengembangan ilmu manajemen rantai pasok. Selain itu, temuan tersebut juga dapat menjadi referensi bagi dunia industri dalam mengoptimalkan pemanfaatan teknologi digital untuk meningkatkan kinerja perusahaan logistik dan kepelabuhanan. (Dini)