Kedatangan motivator dan filantropis asal Amerika Serikat, Tony Robbins, ke Indonesia menjadi perhatian publik setelah ia meninjau pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bersama Presiden Prabowo Subianto. Robbins disebut hadir karena tertarik melihat langsung program pemenuhan gizi anak yang menjadi salah satu agenda prioritas pemerintah. Pada Selasa (2/6/2026).

Ketertarikan Robbins terhadap program tersebut berawal dari pertemuannya dengan Prabowo di Washington DC. Dalam pertemuan itu, Robbins mendengar langsung penjelasan mengenai tujuan MBG, terutama terkait upaya mengurangi kelaparan dan memperbaiki kualitas gizi anak-anak Indonesia. Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Analisa Kebijakan, Dirgayuza Setiawan, dalam tulisannya menyebut Robbins datang karena melihat adanya kesamaan nilai mengenai kepedulian terhadap kemanusiaan dan pelayanan kepada sesama.

Tony Robbins sendiri dikenal luas sebagai pembicara, pelatih pengembangan diri, pengusaha, dan filantropis. Ia memiliki perhatian besar terhadap isu kelaparan, salah satunya melalui gerakan 100 Billion Meals Challenge. Dalam laman resmi gerakan tersebut disebutkan bahwa Robbins pernah bekerja sama dengan berbagai pihak dalam upaya penyediaan makanan bagi masyarakat yang membutuhkan, termasuk melalui kampanye global melawan kelaparan.

Latar belakang kepedulian Robbins terhadap isu pangan juga kerap dikaitkan dengan pengalaman masa kecilnya. Sejumlah publikasi menyebut ia pernah mengalami kondisi sulit dan tersentuh oleh bantuan makanan yang diterima keluarganya saat Thanksgiving. Pengalaman tersebut kemudian menjadi salah satu dorongan dalam aktivitas filantropinya. Karena itu, kunjungannya ke Indonesia tidak hanya dilihat sebagai agenda tokoh publik internasional, tetapi juga sebagai bagian dari perhatian terhadap isu gizi dan kemanusiaan.

Melalui kunjungan tersebut, program MBG mendapat sorotan dari figur internasional yang selama ini aktif dalam kampanye pengentasan kelaparan. Robbins pernah menyampaikan pandangan bahwa kepedulian merupakan bagian penting dalam kehidupan. Semangat tersebut sejalan dengan pesan utama program pemenuhan gizi anak, yakni memastikan generasi muda memperoleh akses makanan yang layak. Pemerintah pun berharap pelaksanaan MBG dapat berjalan tepat sasaran, transparan, dan memberi dampak nyata bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia. (Ivan)