Bendera One Piece Berkibar, SMPTAG Tegaskan Pentingnya Nasionalisme

  • 15 Agustus 2025
  • 3119

Menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80, jagat maya diramaikan dengan fenomena tak biasa dengan pengibaran bendera One Piece, simbol bajak laut populer dari dunia anime. Dari unggahan di media sosial, bendera ini terlihat berkibar di berbagai tempat di Indonesia, mulai dari tiang rumah, mobil, hingga truk besar.


Fenomena tersebut memunculkan perdebatan publik. Sebagian menilai pengibaran bendera One Piece sebagai bentuk ekspresi kreatif generasi muda, sementara yang lain melihatnya sebagai sindiran terhadap kebijakan pemerintah, bahkan dianggap tanda pudarnya semangat nasionalisme.


Di tengah kontroversi itu, para guru SMP 17 Agustus 1945 (SMPTAG) Surabaya mengambil sikap tegas. Kebebasan berekspresi boleh saja, namun jangan sampai mengaburkan makna dan penghormatan terhadap simbol negara.


Miftaahul Alaa’uddin, S.Pd, Guru Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) SMPTAG Surabaya, menekankan bahwa masyarakat memang berhak berekspresi, tetapi harus bijak dalam memilih waktu dan cara.


“Masyarakat tidak salah berekspresi, tapi menjelang 17 Agustus ini kurang pas. Sebaiknya, yang pertama kita kibarkan adalah bendera merah putih. Bendera One Piece bisa dikibarkan nanti, bukan sekarang, karena kita sedang memperingati kemerdekaan bangsa,” ujarnya (13/8)


Hal senada disampaikan Drs. Ec. Erlyan Adrianto, S.Pd., Guru IPS SMPTAG Surabaya. Ia menilai pengibaran bendera One Piece pada bulan Agustus tidak tepat.


“Saya kurang setuju karena pengibaran bendera One Piece ini bersamaan dengan persiapan menyambut kemerdekaan RI yang ke-80. Ini seolah-olah mereka lebih bangga mengibarkan bendera One Piece. Apapun alasannya, event-nya nggak tepat. Bulan Agustus ini harusnya digunakan untuk menumbuhkan jiwa patriotisme,” tegasnya (13/8)


Erlyan juga mengingatkan pentingnya meneladani pesan sejarah: bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa pahlawannya.


“Kenapa kita tidak mengibarkan bendera merah putih sebagai lambang negara kita? Di sekolah, kami menanamkan nasionalisme melalui kegiatan seperti upacara bendera setiap Senin dan menyanyikan Indonesia Raya dengan penuh hormat,” tambahnya.


Sebagai lembaga pendidikan, SMPTAG Surabaya konsisten menanamkan nilai patriotisme melalui berbagai kegiatan. Mulai dari upacara bendera rutin, menyanyikan lagu kebangsaan dengan sikap hormat, hingga mengintegrasikan sejarah kemerdekaan dalam pembelajaran IPS dan PKN.


“Dengan cara ini, kami ingin siswa lebih bangga terhadap bendera negaranya. Mereka harus memahami bahwa pengibaran merah putih bukan hanya formalitas, tetapi penghormatan kepada para pahlawan,” jelas Erlyan.


Bagi SMPTAG Surabaya, fenomena bendera One Piece bisa saja dilihat sebagai ekspresi kreatif anak muda. Namun, ekspresi tersebut harus tetap sejalan dengan nilai kebangsaan. Kebebasan berekspresi tidak boleh mengaburkan rasa hormat terhadap simbol negara. Merah putih tetap menjadi identitas utama, apalagi di bulan penuh makna perjuangan ini. (Boby)


https://untag-sby.ac.id
https://www.untag-sby.ac.id

\