Clash of Champions Jadi Ajang Adu Wawasan Siswa SMATAG di HUT RI

  • 19 Agustus 2025
  • 3082

Clash of Champions (COC) tengah marak dimainkan sebagai ajang adu wawasan di kalangan pelajar. SMA 17 Agustus 1945 (SMATAG) Surabaya pun turut menghadirkan lomba ini untuk menyemarakkan HUT RI, sekaligus menjadi sarana meningkatkan literasi dan pemahaman siswa.


COC merupakan kompetisi akademik yang menguji wawasan peserta melalui beragam pertanyaan, mulai dari pengetahuan umum hingga materi pelajaran. Lebih dari sekadar lomba, ajang ini juga melatih ketangkasan berpikir, kerja sama tim, serta sportivitas.


Materi yang dilombakan pun dekat dengan apa yang dipelajari di kelas, mulai dari Matematika, Biologi, Sejarah, Geografi, Fisika, Kimia, hingga pengetahuan umum tentang Indonesia.


Setiap kelas mendelegasikan lima siswa sebagai satu tim untuk bertanding dalam format eliminasi hingga babak final. Perlombaan terbagi menjadi empat babak dengan tingkat kesulitan berbeda.


Pada babak pertama, tim diuji dengan pertanyaan seputar tokoh nasional, lagu kebangsaan, hingga tebak guru. Tim yang mampu menjawab minimal dua pertanyaan dengan tepat berhak melaju ke babak berikutnya.


Babak kedua menuntut kecepatan. Peserta harus menjodohkan ibu kota, makanan khas, pakaian adat, dan rumah adat, lalu berebut menekan bel di tengah aula sebelum menjawab.


Babak ketiga menuntut kemampuan literasi. Pertanyaan ditempel di papan mading, satu perwakilan tim maju membaca dan menghafal soal, lalu kembali untuk mendiskusikan jawaban. Tim yang lebih dulu menyelesaikan lima pertanyaan berhak masuk ke final.


Babak final menjadi puncak ketegangan. Tiga tim tersisa harus menuliskan jawaban di kertas lalu mengangkat tangan. Setiap jawaban benar bernilai 100 poin, sementara jawaban salah dikurangi 50 poin. Sistem ini menuntut peserta lebih berhati-hati.


Tingkat kesulitan di babak akhir pun meningkat. Pertanyaan meliputi hitung cepat, hafalan, hingga soal praktikum yang diperagakan guru SMATAG Surabaya, seperti uji kadar asam-basa dengan pH meter serta percobaan fisika menggunakan pegas dan tali.


Rosellin, pengurus OSIS sekaligus penanggung jawab lomba, menjelaskan alasan digelarnya COC di SMATAG.


“Karena momennya pas bertepatan dengan 17-an, ditambah bapak dan ibu guru SMATAG ikut mendukung dengan memberikan materi untuk pertanyaan lomba, akhirnya kita realisasikan dengan menghadirkan lomba yang seru tapi sekaligus meningkatkan literasi dan pemahaman siswa yaitu COC ini,” ujarnya (14/8/25)


Salah satu pemenang, Fitria, menceritakan tantangan yang dihadapi timnya.


“Kesulitannya lebih ke menulis jawaban yang harus cepat dan rapi, karena kalau tidak terbaca bisa ditolak juri. Lalu di babak kedua, kami sempat kesulitan karena harus berebut bel di tengah aula sampai kepental-pental di situ,” tutur siswi kelas 12 itu.


Ia juga berbagi strategi dalam memenangkan perlombaan.


“Di babak final, karena ada sanksi kalau jawabannya salah, kami tidak terburu-buru. Kami diskusikan dulu, baru menjawab kalau sudah yakin. Di babak kedua juga sempat digantikan anak laki-laki supaya lebih cepat lari ke bel,” tambahnya.


Sementara itu, Lisa sebagai rekan timnya mengungkapkan harapannya setelah mengikuti ajang perlombaan Clash of Champions ini


“Perasaannya seru dan menegangkan, apalagi harus cepat-cepat menjawab sebelum tim lain. Harapannya, ini bisa jadi bekal kami sebelum masuk ke jenjang pendidikan berikutnya,” ungkapnya.


Melalui Clash of Champions, SMATAG Surabaya berharap lomba ini tidak hanya meninggalkan kesan seru dan menegangkan, tetapi juga menjadi wadah untuk meningkatkan literasi, pemahaman, serta daya saing akademik siswa. Dengan begitu, semangat kemerdekaan tidak hanya dirayakan, tetapi juga diwujudkan melalui generasi muda yang cerdas, berdaya saing, dan berkarakter. (Aldi)



https://untag-sby.ac.id
https://www.untag-sby.ac.id

\