Lapangan Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya pada Kamis (14/8/25) dipenuhi seragam cokelat khas Pramuka. Ratusan siswa SMP 17 Agustus 1945 (SMPTAG) Surabaya berdiri tegap mengikuti Upacara Peringatan Hari Pramuka ke-64. Suasana berlangsung khidmat dengan mengusung tema nasional tahun ini, “Kolaborasi dengan Ketahanan Bangsa.”
Upacara yang dihadiri jajaran guru dan tenaga kependidikan SMPTAG Surabaya ini dipimpin langsung oleh Wakil Rektor II Untag Surabaya, Dr. Abdul Halik, MM., sebagai Pembina Upacara.
Dalam amanatnya, beliau membacakan sambutan resmi Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka. Pesan yang disampaikan menegaskan bahwa “Kolaborasi untuk Membangun Ketahanan Bangsa” bukan sekadar slogan, melainkan tekad bersama memperkuat jati diri Pramuka sebagai insan Pancasila yang siap menjaga keutuhan NKRI.
Sambutan tersebut juga menyinggung tantangan besar yang dihadapi generasi muda di era sekarang, mulai dari derasnya arus digitalisasi dan disrupsi teknologi, hingga ancaman sosial seperti judi online, bullying, narkoba, tawuran, pornografi, serta budaya asing yang mengikis gotong royong dan nasionalisme.
“Gerakan Pramuka harus hadir sebagai solusi strategis membentuk generasi muda yang tangguh, berintegritas, dan berwawasan kebangsaan,” tegasnya
Jawaban atas tantangan itu diwujudkan melalui berbagai aksi nyata. Gerakan Pramuka terus didorong mengabdi kepada masyarakat lewat bakti sosial, pelestarian lingkungan, penanaman pohon, pembersihan fasilitas umum, hingga membantu penanggulangan bencana. Tidak hanya itu, adaptasi di era digital juga ditekankan, seperti keterampilan mengelola teknologi informasi, menyebarkan konten positif, serta menangkal hoaks.
Pada bidang ketahanan pangan, Gerakan Pramuka mendorong lahirnya wirausaha muda lewat pelatihan, pendampingan, dan program kemandirian pangan yang melibatkan gugus depan di sekolah maupun perguruan tinggi.
“Semua langkah ini adalah kontribusi nyata Gerakan Pramuka dalam menyongsong Indonesia Emas 2045,” tambahnya
Upacara berjalan tertib, dimulai dari pembacaan Dwi Satya dan Dwi Dharma, doa penutup, hingga penghormatan terakhir kepada pembina. Meski panas matahari mulai terasa, para peserta tetap berdiri tegap hingga akhir acara.
Lebih dari sekadar peringatan, Hari Pramuka ke-64 di Untag Surabaya menjadi momentum untuk menguatkan kembali nilai persaudaraan, disiplin, dan pengabdian. Nilai-nilai Pancasila, Trisatya, dan Dasa Dharma digelorakan agar generasi muda mampu menghadapi perubahan zaman tanpa kehilangan jati diri bangsa. (Dini)