Detoks Media Sosial Cara Sederhana Jaga Kesehatan Mental

  • 25 Juli 2025
  • 3150

Media sosial kini menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Di balik kemudahan dalam menghubungkan dan menyebarkan informasi, penggunaan media sosial yang berlebihan ternyata memiliki dampak negatif bagi kesehatan mental. Kondisi ini mendorong lahirnya tren baru yang dikenal dengan istilah detoks media sosial atau digital detox.


Seiring meningkatnya kesadaran akan dampak buruk dari konsumsi media digital yang berlebihan, semakin banyak orang mulai mengenali tanda-tanda perlunya melakukan detoks media sosial.


Mengutip Alodokter, beberapa gejala umum yang menunjukkan kebutuhan untuk detoks antara lain: munculnya rasa cemas setelah mengakses media sosial, kesulitan berkonsentrasi karena terus-menerus terganggu oleh notifikasi, hingga konflik dalam hubungan pribadi akibat terlalu banyak waktu di dunia maya.


Di tengah kekhawatiran ini, detoks media sosial terbukti memberikan dampak positif yang nyata. Fokus dan konsentrasi cenderung meningkat saat gangguan digital berkurang. Pola tidur pun menjadi lebih teratur karena waktu malam tidak lagi digunakan untuk scrolling berlebihan.


Stres dan kecemasan turut menurun seiring berkurangnya paparan terhadap konten negatif dan perbandingan sosial yang tidak sehat. Lebih dari itu, interaksi langsung dalam kehidupan sehari-hari terasa lebih hangat dan bermakna ketika perhatian tidak lagi terpusat pada layar gawai.


Detoks media sosial dilakukan dengan cara mengurangi hingga menghentikan sementara penggunaan berbagai platform digital seperti Instagram, TikTok, Facebook, dan lainnya. Tujuannya adalah memberi ruang bagi diri sendiri untuk beristirahat dari banjir informasi, tekanan sosial, serta kebiasaan scrolling tanpa henti.


Sebagai langkah awal, berikut adalah tips untuk memulai detoks media sosial:

1. Menonaktifkan notifikasi media sosial

2. Menentukan waktu khusus bebas media sosial, misalnya satu hari dalam seminggu

3. Memindahkan aplikasi ke folder tersembunyi atau menghapusnya sementara

4. Mengisi waktu luang dengan aktivitas offline yang menyenangkan


Detoks media sosial bukan sekadar rehat dari dunia digital, tetapi juga bentuk kepedulian terhadap kesehatan mental dan kualitas hidup. Mengurangi interaksi di dunia maya bukan berarti kehilangan koneksi, justru memberi ruang untuk membangun hubungan yang lebih bermakna, baik dengan diri sendiri maupun dengan orang-orang di sekitar. (Dini)


https://untag-sby.ac.id
https://www.untag-sby.ac.id

BERITA TERKAIT

\