Portal Berita Online YPTA 1945 Surabaya
Mudik, tradisi tahunan kembali ke kampung halaman, menjadi momen penting bagi masyarakat Indonesia menjelang bulan Ramadan dan Hari Raya Idulfitri. Sebagai bentuk dukungan bagi warganya, Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) kembali menggelar Program Mudik Gratis 2025.
Meskipun terdapat Instruksi Presiden (Inpres) terkait efisiensi anggaran, Pemprov Jatim memastikan program ini tetap berjalan. Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, telah menginstruksikan Dinas Perhubungan (Dishub) Jatim untuk memastikan efisiensi anggaran tidak berdampak pada pelayanan publik, terutama dalam penyelenggaraan mudik tahun ini.
Program Mudik Gratis bertujuan untuk mengurangi kepadatan kendaraan pribadi di jalan raya, terutama sepeda motor, guna menekan angka kecelakaan selama musim mudik. Selain itu, program ini juga memberikan alternatif transportasi yang lebih aman dan nyaman bagi masyarakat Jawa Timur yang ingin pulang kampong.
Menurut laporan IDN Times, kuota peserta Mudik Gratis tahun ini akan ditambah dibanding tahun sebelumnya, baik untuk jalur darat maupun laut. Dishub Jatim telah menyiapkan sekitar 200 armada bus untuk melayani Mudik Gratis Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) dengan tujuan 20 kabupaten/kota di Jawa Timur.
Sementara itu, untuk Mudik Gratis Antar Kota Antar Provinsi (AKAP), Pemprov Jatim menyediakan 50 armada bus dengan total 10.000 kuota bagi pemudik dari Jakarta menuju Jawa Timur, sekaligus perjalanan arus balik ke Jakarta. Dishub Jatim juga menambah layanan mudik gratis via laut yang menghubungkan Pelabuhan Jangkar, Situbondo, dengan Pelabuhan Sumenep, Madura.
Pendaftaran Program Mudik Gratis 2025 akan dibuka melalui dua sistem, yaitu online dan offline. Meski tanggal pendaftaran belum diumumkan secara resmi, Dishub Jatim berencana membuka pendaftaran mulai Maret 2025, menjelang Hari Raya Idulfitri 1446 Hijriah. (Azri)