Tim Program Mahasiswa Berdampak Badan Eksekutif Mahasiswa (PM-BEM) Untag Surabaya berhasil meraih Juara 2 Program Terbaik dan Juara 3 Poster Terbaik dalam ajang Pelaksanaan Program Mahasiswa Berdampak Tahun Anggaran 2025 yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) di Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Yogyakarta.
Penghargaan tersebut diumumkan dalam rangkaian kegiatan yang berlangsung pada 5–7 Juni 2026. Pada sesi awarding, Untag Surabaya diwakili dosen pengusul Ar. Febby Rahmatullah Masruchin, S.T., M.T., bersama perwakilan tim, mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi semester enam, Syahrial Fathur Rozi Darmawan.
Pada kategori Program Terbaik, Untag Surabaya menempati posisi kedua, berada di bawah Institut Teknologi Bandung (ITB) sebagai juara pertama dan di atas Universitas Sebelas Maret (UNS) sebagai juara ketiga.
Prestasi tersebut diraih melalui proses seleksi yang berlangsung ketat di tingkat nasional. Dari sekitar 900 perguruan tinggi yang mengajukan proposal, hanya 263 tim yang dinyatakan lolos pendanaan. Selanjutnya, sebanyak 60 perguruan tinggi terbaik diundang untuk mempresentasikan hasil program dalam seminar nasional sekaligus mengikuti penilaian akhir pada ajang awarding di Yogyakarta.
Tim PM-BEM Untag Surabaya terdiri atas 20 mahasiswa lintas program studi yang didampingi Moh. Nor Ali Aziz, S.T., M.T. dan Handy Febri Satoto, S.T., M.T. sebagai dosen pendamping. Program yang diusung mengangkat tema "Peningkatan Ekonomi Berbasis Ketahanan Pangan dan Mitigasi Bencana pada Masyarakat Hutan Desa Penanggungan, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto."
Program yang dijalankan tim Untag Surabaya tidak hanya berfokus pada penguatan ekonomi masyarakat, tetapi juga meningkatkan kapasitas mitigasi bencana di kawasan desa hutan. Implementasi program tersebut diwujudkan melalui lima kegiatan utama yang dirancang sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat.
Kelima program tersebut meliputi penerapan sistem irigasi pompa hidram untuk meningkatkan produktivitas hasil pertanian, pengembangan aplikasi pertanian terintegrasi sebagai media jual beli hasil panen, penguatan strategi pemasaran berbasis digital dan media promosi, pemasangan rambu serta pelatihan tanggap bencana di kawasan jalan rawan kecelakaan, serta penyediaan mesin pencuci hasil pertanian guna meningkatkan nilai tambah produk masyarakat.
Ketua tim, Marzhanda Eka Dyanita, mengaku tidak menyangka timnya mampu menembus persaingan hingga meraih dua penghargaan tingkat nasional.
“Awalnya ketika mengajukan proposal, saingan kami berasal dari berbagai universitas terbaik di Indonesia. Ternyata Untag Surabaya bisa lolos pendanaan. Kami juga tidak menyangka mendapat panggilan ke Yogyakarta untuk mengikuti awarding. Rasanya sangat senang. Pencapaian ini tidak lepas dari kerja keras seluruh tim," ujarnya (30/6)
Marzhanda menambahkan bahwa Program Mahasiswa Berdampak 2025 merupakan penyelenggaraan perdana skema PM-BEM dari Kemendiktisaintek. Meski Untag Surabaya telah berpengalaman mengikuti berbagai program pendanaan, keberhasilan pada skema perdana tersebut menjadi pengalaman yang paling berkesan bagi tim.
Prestasi ini memperkuat kiprah Untag Surabaya dalam mendorong mahasiswa menghasilkan inovasi yang berdampak langsung bagi masyarakat. Kolaborasi mahasiswa, dosen, dan mitra desa dalam Program Mahasiswa Berdampak menjadi bukti bahwa pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dapat berjalan selaras dengan pemberdayaan masyarakat. (Dini)