25 Siswa SMATAG Surabaya Lolos SNBP 2026, Bukti Kerja Keras Konsisten

  • 16 April 2026
  • 32

Sebanyak 25 siswa SMA 17 Agustus 1945 (SMATAG) Surabaya berhasil lolos Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026. Capaian ini tidak diraih secara instan, melainkan melalui proses panjang yang diwarnai perjuangan, strategi belajar, serta komitmen menjaga konsistensi akademik sejak awal masa SMA.


Salah satu siswa yang lolos adalah Dina Fitriana, siswa kelas XII-4 yang diterima di program studi Manajemen Perkantoran Digital Universitas Airlangga. Ia mengungkapkan bahwa persiapan sudah dimulai sejak kelas X, meskipun saat itu belum memiliki gambaran pasti mengenai jurusan yang akan dipilih.


“Sejak awal SMA aku sudah punya target. Aku tidak lolos SMA negeri, jadi aku ingin membuktikan ke diri sendiri kalau aku bisa tembus PTN top,” ujar Dina (13/4)


Perjalanan Dina tidak selalu berjalan mulus. Saat kelas X, ia sempat mengalami penurunan nilai akibat sakit tifus. Kondisi tersebut sempat membuatnya khawatir tidak masuk dalam kuota siswa eligible SNBP. Namun, hal itu justru menjadi titik balik untuk bangkit. Sejak kelas XI, ia mulai fokus menjaga nilai rapor dengan target rata-rata 90, kemudian meningkat menjadi 95 di kelas XII.


Di luar akademik, Dina juga aktif berorganisasi. Ia pernah menjabat sebagai bendahara OSIS dan menjadi ketua dalam kegiatan Pramuka. Untuk menjaga keseimbangan, ia menerapkan manajemen waktu yang disiplin dan menghindari penundaan pekerjaan.


“Kalau ada tugas barengan dengan kegiatan organisasi, biasanya aku bawa tugas itu ke kegiatan biar tetap bisa selesai,” jelasnya


Sebagai pesan untuk adik kelas, Dina menekankan pentingnya menetapkan target sejak awal serta menjaga disiplin akademik.


“Jangan sering bolos, pasang target, dan kelola waktu dengan baik. Ikut organisasi boleh, tapi jangan sampai mengorbankan akademik,” pesannya.


Kisah serupa datang dari Muhammad Kevin Maulana, siswa kelas XII-2 yang diterima di program studi Sistem Informasi Universitas Airlangga. Ia menuturkan bahwa persiapannya juga dimulai sejak kelas X dengan fokus menjaga stabilitas nilai rapor agar tetap masuk dalam kuota eligible.


Selain itu, Kevin melakukan analisis matang sebelum menentukan pilihan jurusan. Ia mempertimbangkan nilai rapor, mata pelajaran pendukung, minat pribadi, hingga peluang diterima di jurusan yang dituju.


“Saya memilih Sistem Informasi karena bidang ini menggabungkan teknologi dan manajemen bisnis. Tidak hanya mempelajari teknologi, tetapi juga bagaimana sistem digunakan untuk mendukung kebutuhan organisasi,” ujar Kevin (13/4)


Dalam prosesnya, Kevin menghadapi tantangan menjaga kestabilan nilai di tengah keaktifannya mengikuti berbagai lomba. Ia mengaku sempat mengalami penurunan nilai di beberapa mata pelajaran, namun hal tersebut dijadikannya sebagai bahan evaluasi untuk memperbaiki metode belajar.


Dina dan Kevin sama-sama menilai peran guru sangat penting dalam perjalanan mereka menuju SNBP. Guru tidak hanya menyampaikan materi, tetapi juga memberikan arahan, motivasi, serta strategi dalam menghadapi seleksi masuk perguruan tinggi.


Kevin mengingatkan pentingnya konsistensi dan mengenali minat sejak dini.


“Persiapkan sejak awal dengan menjaga nilai rapor, perbanyak pengalaman melalui lomba, dan kenali minat diri agar bisa memilih jurusan yang tepat,” ujarnya.


Keberhasilan 25 siswa SMATAG Surabaya dalam SNBP tahun ini menjadi bukti bahwa kerja keras, manajemen waktu, dan strategi yang tepat dapat membuka jalan menuju perguruan tinggi impian. (Dini) 


https://untag-sby.ac.id
https://www.untag-sby.ac.id

\