Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Tari Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya memperingati perjalanan 18 tahun berkarya melalui Dies Natalis ke-18 yang digelar pada (23/12/25) di Graha Widya Lantai 2 Untag Surabaya. Kegiatan ini mengusung tema “Eternal Elegance” atau keanggunan abadi.
Perayaan Dies Natalis tersebut menjadi momentum refleksi atas perjalanan panjang UKM Tari sekaligus ajang apresiasi terhadap seni tari yang terus berkembang di lingkungan Kampus Merah Putih Untag Surabaya. Acara berlangsung khidmat dan meriah dengan dihadiri sekitar 80 peserta dan undangan, yang terdiri atas anggota UKM Tari, perwakilan unit kegiatan mahasiswa lain, pembina, serta alumni.
Ketua Pelaksana kegiatan, Alifia Nur Syifa, mahasiswa Administrasi Bisnis, menjelaskan bahwa tema Eternal Elegance dipilih untuk merepresentasikan nilai keindahan seni tari yang tidak lekang oleh waktu. Menurutnya, seni tari, baik tradisional maupun modern, tetap mampu mempertahankan keanggunan, relevansi, dan kreativitas meskipun zaman terus berubah.
“Tema ini menunjukkan bahwa seni tari memiliki keindahan yang abadi. Meskipun generasi berganti dan tren terus berkembang, tari tetap mampu tampil elegan dan relevan di setiap masa,” ujar Alifia (23/12)
Selain sebagai perayaan hari jadi organisasi, Dies Natalis ke-18 UKM Tari ini juga bertujuan mempererat hubungan internal serta membangun sinergi yang harmonis antara pengurus UKM Tari dengan unit kegiatan mahasiswa lainnya di Untag Surabaya. Melalui kegiatan ini, UKM Tari tidak hanya menghadirkan pertunjukan seni, tetapi juga memperkuat solidaritas antarmahasiswa di lingkungan kampus.
Beragam penampilan tari turut memeriahkan acara, mulai dari tari tradisional, tari modern, hingga penampilan dari anggota aktif dan senior UKM Tari. Kegiatan ini juga diselingi sesi hiburan, interaksi antar peserta, serta pertunjukan kolaboratif yang mencerminkan keberagaman ekspresi seni tari di lingkungan kampus.
Alifia menambahkan bahwa Dies Natalis ini menjadi ruang refleksi atas proses panjang yang telah dilalui UKM Tari sejak berdiri. Ia berharap perayaan tersebut dapat menjadi wadah apresiasi sekaligus motivasi bagi generasi penerus.
“Saya berharap Dies Natalis ini menjadi wadah apresiasi terhadap karya dan proses yang telah dilalui UKM Tari selama 18 tahun, sekaligus menjadi motivasi bagi generasi selanjutnya untuk terus berkarya, melestarikan seni tari, dan membawa UKM Tari ke arah yang lebih baik dan berprestasi,” katanya.
Ia juga menegaskan bahwa kegiatan ini dirancang tidak hanya untuk menyuguhkan pertunjukan yang menghibur, tetapi juga memberikan pengalaman berkesan bagi seluruh pihak yang terlibat. Melalui momentum ini, diharapkan terjalin hubungan yang semakin erat antar anggota serta terbuka ruang silaturahmi dan jejaring dengan para alumni UKM Tari.
Dies Natalis ke-18 ini, UKM Tari Untag Surabaya menunjukkan kemampuannya untuk terus beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya yang menjadi akar seni tari. Perayaan ini menjadi tonggak penting bagi perjalanan UKM Tari ke depan, sekaligus pengingat bahwa seni yang dijaga dengan komitmen dan kreativitas akan tetap hidup dan anggun sepanjang masa. (Boby)