?Peacella Christifany Joice, akrab disapa Sela, siswi kelas IX-A SMP 17 Agustus 1945 (SMPTAG) Surabaya, mencatat pencapaian membanggakan setelah meraih predikat Terbaik 1 wilayah Surabaya Timur dalam Lomba Menulis Cerpen bertajuk “Sang Juara Merajut Budaya Mulia” yang diselenggarakan Dinas Pendidikan Kota Surabaya.
Ketertarikan Sela mengikuti lomba bermula dari tawaran guru Bahasa Indonesia yang menawarkan latihan kepenulisan bagi murid yang berminat mengikuti kompetisi tersebut. Karena memang menyukai dunia menulis, Sela langsung menerima tawaran itu. Dari SMPTAG Surabaya, ada tiga perwakilan yang ikut serta, Yujin (kelas VII-D), Afinda (kelas VIII-A), dan Sela (Kelas IX-A)
Para peserta kemudian mengikuti pelatihan intensif di SMP 19 Surabaya selama sekitar empat jam. Materi pelatihan dibagi menjadi dua sesi yaitu dua jam motivasi dan dua jam pendalaman teknik kepenulisan. Pelatihan tersebut dipandu oleh tim panitia yang tidak hanya mengajarkan struktur dan tata letak penulisan cerpen, tetapi juga memberikan motivasi agar para siswa percaya diri dan tidak mudah menyerah saat berkarya.
Usai pelatihan, para peserta diminta mengirimkan karya melalui platform yang telah disediakan. Sela menunggu hasil seleksi selama sekitar dua bulan hingga akhirnya pengumuman keluar. Dari ketiga perwakilan sekolah, hanya Sela yang berhasil lolos sebagai nominator.
Sela kemudian diundang menghadiri acara penerimaan nominasi buku “Sang Juara Merajut Budaya” yang digelar di Ruang Kartini, Dinas Pendidikan Surabaya, pada Jumat, 5 Desember 2025. Dalam acara tersebut, Sela menerima sertifikat dan vandel penghargaan setelah dinobatkan sebagai penulis terbaik kategori Surabaya Timur.
Cerpen karya Sela berjudul “Akan Ku Kejar Impianku”, mengisahkan seorang siswa bernama Navera yang memiliki bakat public speaking namun sering diremehkan oleh teman-temannya. Merasa putus asa, Navera akhirnya bangkit berkat dukungan orang tua dan guru hingga ia berhasil membuktikan kemampuannya dan menjadi public speaker terkenal. Sela mengakui bahwa cerita ini terinspirasi dari pengalaman pribadinya sebagai seseorang yang juga gemar berbicara di depan umum.
Selain menulis, Sela juga memiliki ambisi lain. Ia ingin melanjutkan kuliah di jurusan Sastra Jepang dan mengejar mimpi di dunia public speaking. Meskipun kini jarang menulis dalam kesehariannya, hobi tersebut tetap menjadi bagian penting dari dirinya.
Motivasi terbesar Sela datang dari pengalamannya mengikuti Lomba Penelitian Pelajar Surabaya (LPPS) di Graha Wanita. Saat itu ia belum berhasil meraih juara, namun menerima pesan penyemangat dari Kepala Dinas Pendidikan Surabaya, Ir. Yusuf Masruh, M.M.
“Kalau kamu belum menang hari ini, mungkin kamu akan menang tahun depan,” ucapnya Yusuf. Kalimat itu terus membekas dan akhirnya terbukti ketika Sela memenangkan perlombaan tahun ini.
Menutup kisahnya, Sela berharap prestasi ini menjadi awal yang baik bagi masa depannya. Ia ingin kembali mengikuti lomba menulis di masa mendatang serta terus mengembangkan bakat agar bisa diterima di SMA impiannya.
“Doa saya dikabulkan. Tahun lalu saya tidak menang, tapi tahun ini saya bisa menjadi yang terbaik,” tutup Sela (Boby)