Melisa Cantika Putri, siswi SMA 17 Agustus 1945 (SMATAG) Surabaya, menemukan kepercayaan diri melalui pencak silat. Dari kepribadiannya yang pendiam, ia justru menorehkan prestasi dengan meraih Juara 1 Tanding Kelas E Golongan SMA dalam Kejuaraan Pencak Silat “Piala KONI Kota Surabaya” yang berlangsung pada 12–14 Desember 2025.
Perjalanan Melisa di dunia pencak silat bermula sejak ia duduk di bangku SMP. Tepat setelah mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) kelas VII, Melisa mulai mencari kegiatan ekstrakurikuler untuk mengisi waktu luangnya, terutama saat hari libur. Dari berbagai pilihan yang ada, pencak silat menjadi jalan yang ia pilih.
“Saya dulu orangnya pendiam, jarang berbaur, dan kurang percaya diri. Tapi sejak ikut silat, saya jadi lebih percaya diri dan punya banyak teman,” ungkap Melisa (18/12)
Ia memilih pencak silat karena jadwal latihan yang dilakukan setiap hari Minggu, sehingga tidak mengganggu kegiatan sekolah. Pada awalnya, Melisa sempat mengajak teman-temannya untuk ikut berlatih. Namun karena tidak ada yang bergabung, ia memutuskan untuk tetap menjalani latihan seorang diri. Keputusan itu justru membuatnya semakin konsisten menekuni pencak silat hingga saat ini.
Keseriusan Melisa sempat menimbulkan kekhawatiran dari orang tua, terutama ketika ia terlihat kelelahan sepulang latihan. Meski demikian, Melisa tetap menunjukkan komitmennya. Seiring berjalannya waktu, orang tua pun mulai memahami dan akhirnya memberikan dukungan penuh terhadap pilihannya.
“Awalnya cuma bilang ke orang tua mau ikut ekskul. Lama-lama karena saya suka dan tetap jalan, akhirnya dibolehin sampai sekarang,” katanya.
Setelah menjalani latihan secara rutin, Melisa mulai berani mengikuti kejuaraan pada tahun 2023. Keputusan tersebut diambil setelah ia dinilai memiliki kemampuan dasar yang cukup. Pada kejuaraan pertamanya, Melisa berhasil meraih juara tiga. Capaian itu menjadi titik balik yang mendorongnya untuk lebih serius menekuni pencak silat.
“Dari situ saya fokus ikut lomba. Latihannya jadi lebih banyak dan lebih serius,” ujarnya.
Kerja keras tersebut akhirnya membuahkan hasil. Prestasi terbarunya sebagai juara pertama di tingkat Kota Surabaya menjadi pencapaian penting dalam perjalanan Melisa sebagai atlet pencak silat. Selain ingin terus berprestasi, Melisa juga memiliki keinginan untuk membuka ekstrakurikuler pencak silat di SMATAG Surabaya. Ia mengaku pernah ditawari untuk mengajukan proposal pembukaan ekskul tersebut, meski hingga kini masih dalam tahap perencanaan.
Dalam setiap pertandingan, Melisa selalu memegang pesan pelatihnya, “Jangan meremehkan lawan jika tidak ingin diremehkan.” Selain itu, ia juga terinspirasi oleh filosofi dari perguruannya yang mengajarkan ketekunan serta tanggung jawab atas setiap pilihan yang telah diambil.
Ke depan, Melisa berharap dapat melangkah lebih jauh sebagai atlet pencak silat. Ia menargetkan untuk mengikuti kejuaraan tingkat provinsi hingga nasional, sembari berupaya memenuhi persyaratan administratif agar dapat berlaga di level yang lebih tinggi.
Bagi Melisa, pencak silat bukan sekadar olahraga. Lebih dari itu, pencak silat menjadi ruang pembentukan karakter. Dari seorang remaja yang introvert dan pendiam, ia tumbuh menjadi pribadi yang lebih percaya diri, disiplin, dan berani menghadapi tantangan. (Boby)