Belanja Online Kian Rutin, Transaksi Kecil Namun Frekuensinya Tinggi

  • 18 Desember 2025
  • 2760

Fenomena transaksi digital di Indonesia menunjukkan perubahan signifikan dalam pola konsumsi masyarakat. Nilai belanja per transaksi relatif kecil, namun dilakukan secara sering dan berulang. Data e-commerce memperlihatkan bahwa hampir separuh masyarakat Indonesia berbelanja daring setidaknya sekali dalam sebulan.


Perubahan ini menandai pergeseran belanja daring dari aktivitas sesekali menjadi kebiasaan rutin. Kemudahan akses aplikasi, kecepatan layanan, serta integrasi pembayaran digital membuat transaksi semakin praktis dan instan. Digitalisasi telah memangkas hambatan waktu dan jarak dalam proses konsumsi.


Di balik tingginya frekuensi transaksi, strategi promosi memainkan peran kunci. Diskon besar, gratis ongkir, dan flash sale dengan batas waktu terbatas mendorong rasa urgensi pada konsumen. Pola ini memicu fear of missing out (FOMO) yang membuat keputusan membeli sering diambil secara spontan.


Kondisi tersebut mendorong meningkatnya perilaku impulse buying, di mana faktor psikologis lebih dominan dibandingkan kebutuhan rasional. Promosi digital tidak lagi hanya berfungsi sebagai alat pemasaran, tetapi menjadi stimulus yang membentuk perilaku konsumsi masyarakat secara sistematis.


Di sisi lain, pertumbuhan transaksi non-tunai, termasuk penggunaan QRIS, mencerminkan meluasnya adopsi pembayaran digital lintas kelompok masyarakat. Akumulasi transaksi bernilai kecil namun berjumlah besar menjadikan e-commerce motor utama ekonomi digital nasional, sekaligus pendorong pertumbuhan ekonomi yang adaptif dan inklusif. (Ivan)


https://untag-sby.ac.id
https://www.untag-sby.ac.id

\