Untag Surabaya Siapkan Protokoler Berkelas untuk Pelayanan Prima Kampus

  • 15 Desember 2025
  • VaniaS
  • 2899

Sebanyak 45 tenaga kependidikan dan struktural fakultas Untag Surabaya mengikuti Pelatihan Protokoler dan Pelayanan Prima yang diselenggarakan Yayasan Perguruan 17 Agustus 1945 (YPTA) Surabaya, Sabtu (13/12/25), di Ruang Q.210 Gedung Roeslan Abdulghani, sebagai langkah strategis Untag Surabaya menyiapkan protokoler berkelas untuk pelayanan prima Kampus Merah Putih.


Peserta tampil serempak mengenakan busana rapi dengan atasan hitam dan bawahan krem, mencerminkan kesiapan serta profesionalisme dalam mengikuti pelatihan yang berfokus pada peningkatan kualitas layanan kampus.


Ketua YPTA Surabaya, J. Subekti, S.H., M.M., dalam sambutannya menegaskan bahwa peserta merupakan figur-figur terpilih yang memiliki peran penting dalam mendukung amanat pendidikan dan pelayanan di Kampus Merah Putih.


“Kalian terpilih untuk ikut berpartisipasi dalam melaksanakan amanat konstitusi dan kehidupan berbangsa. Di tempat ini, kalian ditempatkan pada unit-unit kerja yang masing-masing memiliki tugas pokok. Tugas kalian adalah melayani mahasiswa dan masyarakat, serta membuat mereka merasa nyaman berada di Untag Surabaya. Saya tidak ingin ada yang melayani dengan wajah murung atau sikap acuh,” terangnya (13/12).


Lebih lanjut, Ia menambahkan bahwa pelatihan ini tidak hanya berorientasi pada penguatan keterampilan teknis keprotokolan, tetapi juga pembentukan sikap dan etika pelayanan yang harus melekat pada setiap insan Untag Surabaya.


“Atas nama pengurus YPTA Surabaya, saya mengucapkan terima kasih atas kehadiran saudara semua yang telah bersedia meluangkan waktu untuk menambah wawasan. Saya berharap Anda semua siap melayani siapa pun yang datang ke Untag Surabaya. Jangan pernah bersikap sombong, merasa paling hebat, atau meremehkan orang lain. Sambutlah setiap orang dengan senyum dan salam,” jelasnya.


Pelatihan yang dimulai pukul 07.30 WIB ini dibuka dengan materi pertama oleh Andis Rizki Pahlevi, S.STP., M.A.P., dari Biro Administrasi Pimpinan Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur. Ia menyampaikan materi Keprotokolan dan Manajemen Acara, mulai dari pengertian dasar hingga penerapannya di lingkungan Untag Surabaya.


“Bagian terpenting dari tugas seorang protokol adalah memberikan pelayanan hingga tercapainya kesempurnaan sebuah acara,” tegasnya (13/12).


Peserta juga diajak memahami ruang lingkup keprotokolan sesuai Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2010 tentang Keprotokolan, meliputi tata tempat, tata upacara, dan tata penghormatan, serta melakukan praktik langsung penataan tempat duduk kegiatan kampus, termasuk simulasi kehadiran pimpinan dan tamu eksternal.


Materi kemudian dilanjutkan dengan sesi kedua bertema “Membangun Citra Profesional Protokol Kampus melalui Grooming dan Sikap Positif” yang disampaikan oleh Dr. Bawinda Lestari, M.Psi., CPS., Cht. Dosen Psikologi Untag Surabaya sekaligus praktisi ini menekankan pentingnya kesadaran diri dalam menjalankan peran profesional di lingkungan universitas.


Dalam sesi tersebut, Bawinda memperkenalkan konsep Golden Service Excellence, yakni pelayanan bernilai emas yang tidak hanya ramah dan cepat, tetapi juga beretika, tulus, dan berkelas.


“Sebelum orang mengenal universitas Anda, mereka terlebih dahulu mengenal Anda melalui penampilan dan sikap. Penampilan merupakan bentuk komunikasi pertama sebelum kata-kata. Bahkan sebelum berbicara, tubuh Anda sudah memperkenalkan siapa diri Anda,” tegas Founder IMComm tersebut.


Menurutnya, pelayanan berkelas hanya dapat terwujud melalui keselarasan antara penampilan, perilaku, dan ketulusan, karena setiap insan kampus merupakan representasi institusi. Penampilan pun menjadi kesan awal yang membentuk penilaian terhadap civitas akademika Untag Surabaya.


Menariknya, masing-masing peserta mendapatkan penilaian langsung terkait grooming dan sikap profesional, sekaligus ditekankan untuk memberikan pelayanan dengan senyum, ketulusan, dan sikap ramah kepada mahasiswa maupun tamu kampus.


“Grooming dan sikap positif merupakan bagian dari komunikasi nonverbal yang membentuk kesan pertama. Tim protokol bukan hanya orang yang membantu jalannya acara, tetapi juga wajah yang mewakili kehormatan kampus,” tegas Bawinda.


Menutup rangkaian kegiatan, Direktur Direktorat Umum dan Sumber Daya Manusia (DUSDM) YPTA Surabaya, Eddy Wahyudi, S.H., M.M., menyampaikan harapannya agar pelatihan ini memberikan dampak nyata bagi institusi.


“Kita sedang menuju World Class University. Oleh karena itu, sikap seluruh civitas, termasuk kinerja kita, harus mencerminkan profesionalisme dan kelas. Saya berharap pelatihan ini tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi dilanjutkan dengan tindak lanjut berupa penilaian yang menjadi bahan evaluasi kami,” tutup Eddy


Pelatihan ini merupakan kelanjutan dari kegiatan serupa yang sebelumnya dilaksanakan di lingkup internal YPTA Surabaya pada 25 Oktober 2025, sebelum diperluas dengan melibatkan peserta dari lingkungan Kampus Merah Putih Untag Surabaya.


https://untag-sby.ac.id
https://www.untag-sby.ac.id

Vania

Reporter

\