Mahasiswi Kedokteran Untag Surabaya Raih Wakil I Dyah Magetan 2025

  • 09 Oktober 2025
  • VaniaS
  • 3170

Baru memulai perjalanan sebagai mahasiswa baru, Kandysha Cintantya Kie Pradipta langsung mencetak prestasi membanggakan. Mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya angkatan 2025 ini berhasil meraih Wakil I Dyah Magetan (Juara 2) dalam ajang Pemilihan Duta Wisata “Bagus & Dyah” Kabupaten Magetan 2025.


Prestasi ini menjadi capaian awal yang menegaskan eksistensi Fakultas Kedokteran sebagai fakultas baru di Untag Surabaya yang mampu melahirkan mahasiswa berprestasi dan berdaya saing tinggi.


Ajang Bagus & Dyah merupakan pemilihan duta pariwisata Kabupaten Magetan yang tidak hanya menonjolkan pengetahuan dan kecerdasan, tetapi juga kepribadian, kreativitas, serta kontribusi nyata generasi muda dalam memajukan kebudayaan dan pariwisata daerah. Para finalis memiliki tanggung jawab besar sebagai agents of change, pembawa dampak positif bagi daerahnya.


Pendaftaran pemilihan Bagus & Dyah Magetan 2025 dibuka pada Juli 2025. Dari lebih dari seratus peserta, proses seleksi berlangsung ketat melalui berbagai tahapan. Tahap pertama dilaksanakan pada 10 Agustus 2025, meliputi tes kemampuan bahasa Inggris, wawasan umum, pengetahuan pariwisata Magetan, serta presentasi proyek inovasi yang dirancang untuk memajukan sektor pariwisata. Dari tahap ini, terpilih 10 pasang finalis terbaik.


Sebagai finalis, Kandysha bersama peserta lainnya kemudian mengikuti sesi foto penobatan dengan mengenakan batik LJ Nawang Sari Tawanganom yang memiliki ikon lintang semut, simbol khas Magetan berupa pring (bambu) dan burung jalak lawu.


“Batik ini memiliki makna yang sangat dalam. Semut menggambarkan gotong royong dan kerja keras, sementara lintang atau bintang melambangkan cahaya kecil yang mampu menyinari dunia,” ungkap Kandysha (9/10/25)


Tahap kedua berlangsung pada 30 Agustus 2025 melalui proses karantina selama dua hari satu malam. Para finalis mengikuti berbagai kegiatan seperti presentasi proyek inovasi, wawancara kepribadian, hashtag challenge, malam bakat, serta pelatihan public speaking dan penguatan wawasan kebudayaan.


“Topiknya sangat beragam, mulai dari kebudayaan lokal Magetan sampai isu global seperti Sustainable Development Goals. Itu bagian paling menantang bagi saya,” tutur Kandysha


Penilaian tahap karantina menjadi aspek penting dengan bobot 70% dari total nilai akhir, sementara sisanya diambil dari malam grand final yang digelar 20 September 2025. Salah satu penilaian utama dalam ajang ini adalah innovation project, di mana setiap finalis harus merancang program nyata yang berdampak bagi masyarakat.


Kandysha mengusung proyek berjudul Nature Festival, sebuah gagasan yang memadukan unsur alam, budaya, dan kebugaran (Nature, Culture, and Wellness) sebagai bentuk ekowisata berkelanjutan.


“Melalui Nature Festival, saya ingin mengajak anak muda untuk menjaga lingkungan, merayakan budaya, dan menciptakan pariwisata berkelanjutan. Festival ini menyeimbangkan kemajuan modern dengan nilai budaya lokal melalui kegiatan seperti penanaman pohon, clean-up wisata alam, hingga menggabungkan budaya tradisional dengan aktivitas anak muda,” jelasnya


Keikutsertaan Kandysha di ajang ini bertepatan dengan masa Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Untag Surabaya, yang menjadi tantangan tersendiri baginya.


“Saya harus membagi tanggung jawab besar. Saat seleksi Duta Wisata, saya juga sedang menjalani ospek. Untungnya, Fakultas Kedokteran dan Universitas memberikan dukungan penuh. Walau tidak bisa hadir penuh di PKKMB, saya tetap menyelesaikan semua tugas dari dosen pembimbing,” ujarnya.


Mahasiswi kelahiran 2007 ini mengaku, dukungan kampus sangat berarti baginya. Fakultas Kedokteran Untag Surabaya, sebagai fakultas baru, terus menanamkan nilai-nilai kepemimpinan, kedisiplinan, dan empati, kualitas yang juga ia terapkan dalam ajang tersebut.


Motivasi Kandysha mengikuti pemilihan Duta Wisata berasal dari kecintaannya terhadap tanah kelahirannya.


“Kabupaten Magetan punya potensi kebudayaan dan pariwisata yang luar biasa. Saya ingin memberikan kontribusi nyata bagi daerah saya,” kata Wakil I Dyah Magetan tersebut


Sebelum menjadi Dyah Wakil I, Kandysha telah aktif di berbagai ajang, antara lain Wakil I Putri SMA Negeri 1 Magetan tahun 2024, Duta Genre Kabupaten Magetan 2023, dan anggota Green Youth Movement.


“Pengalaman-pengalaman itu memacu saya untuk terus belajar, berkembang, dan membuka peluang di ajang yang lebih besar. Kita hanya hidup sekali, jadi maksimalkan setiap hal yang kita lakukan,” tegasnya.


Sebagai mahasiswa Fakultas Kedokteran Untag Surabaya, Kandysha memegang teguh prinsip hidupnya “We only live once, so maximize everything that you do.”


“Saya selalu belajar untuk tidak pernah lelah dalam mencari potensi diri. Saya punya ambisi besar untuk terus mencoba hal-hal baru yang bisa membuat saya berkembang,” katanya tegas.

Baginya, manfaat mengikuti ajang Duta Wisata tak terhitung jumlahnya.


“It’s countless. Saya mendapat banyak relasi, pengalaman, dan pembelajaran, mulai dari leadership, teamwork, hingga public speaking. Saya juga lebih dikenal dan bisa membawa nama Fakultas Kedokteran Untag Surabaya di tingkat daerah,” tutupnya dengan bangga



https://untag-sby.ac.id
https://www.untag-sby.ac.id

Vania

Reporter