Mengenal Kanker Limfoma DLBCL

  • 10 September 2021
  • AR
  • 415

Mantan vokalis Dewa-19, Ari Lasso baru-baru ini mengungkapkan penyakit yang menyerangnya sehingga membuatnya harus menjalankan operasi pada Agustus lalu. Ari Lasso mengaku mengidap kanker limfoma Diffuse Large B-Cell Lymphoma (DLBCL).


Dikutip melalui WebMD, kanker limfoma DLBCL merupakan kanker yang dimulai pada sel darah putih atau limfosit. Biasanya kanker ini tumbuh di kelenjar getah bening, kelenjar seukuran kacang polong di leher, selangkangan, ketiak, dan di tempat lain yang merupakan bagian dari sistem kekebalan tubuh.


Penyakit yang diderita Ari terbilang cukup langka, karena kanker ini tumbuh di dalam limfanya.


"Ini cukup langka karena biasanya limpa itu benjol atau terjadi tumor karena kelainan darah atau kelainan kelenjar getah bening, yang mana di sini di ketiak ya orang sering pingsan. Nah kalau saya ini langsung di limpanya," ungkap Ari di akun YouTube pribadinya.


Dokter Ahli Hematologi-Onkologi Medik, Profesor Arry H Reksodiputro mengungkapkan terdapat dua jenis kanker darah yang terjadi pada sistem kelenjar getah bening, yakni limfoma hodgkin dan limfoma non-hodgkin.


Sejauh ini, para ahli tidak tahu pasti penyebab utama dari kanker DLBCL. Namun berdasarkan data yang diperoleh, penyakit ini banyak dialami oleh mereka yang berusia setengah baya atau lebih tua dan laki-laki. Namun tidak menutup kemungkinan seorang yang memiliki penyakit autoimun juga bisa terjangkit.


Gejala yang ditimbulkan dari penyakit ini adalah munculnya benjolan di selangkangan, ketiak atau leher. Benjolan ini cenderung tumbuh dengan cepat, bisa menyakitkan atau bisa juga tidak. Selain gejala tersebut, berikut gejala yang biasa timbul saat mengidap kanker limfoma DLBCL.

 

  • Demam
  • Banyak berkeringat, termasuk di malam hari
  • Penurunan berat badan
  • Nyeri perut atau dada
  • Sesak napas atau batuk
  • Gatal


Jika terdeteksi pada stadium awal, seseorang bisa diobati dengan radioterapi dan kemoterapi. Sedangkan pada stadium lanjut, disembuhkan dengan kemoterapi, transplantasi stem cell dan terapi bertarget atau targeted cell.


Menurut Arry, sebanyak 80% kasus kanker limfoma hodgkin yang terdeteksi dini dapat disembuhkan dengan kemoterapi. Agar terhindar dari kanker, Arry menyarankan untuk menjalani hidup sehat dengan makan-makanan bergizi, olahraga yang teratur, perbanyak istirahat, hidup yang seimbang, dan jauhi stres.


Umumnya sel kanker dipicu oleh makanan yang mengandung karsogenik seperti makanan yang dibakar, berpengawet, dan olahan. Selain itu, sel kanker dapat berkembang karena banyak berhubungan dengan radiasi dan zat kimia, serta lebih mudah menyerang orang dengan daya tahan tubuh yang rendah dan stres.

 

 


https://untag-sby.ac.id
https://www.untag-sby.ac.id

Ria Ayu Oktavia

Jurnalis