Patung Yesus Toraja, Simbol Persatuan dan Keberagaman Indonesia

  • 01 Agustus 2025
  • 3178

Patung Yesus Toraja, Simbol Persatuan dan Keberagaman Indonesia Jika selama ini Brasil dikenal lewat Patung Kristus Penebus (Christ the Redeemer), Indonesia tak kalah menawan dengan keberadaan Patung Yesus Buntu Burake atau dikenal pula sebagai Patung Yesus Kristus Memberkati. Monumen spiritual ini berdiri kokoh di atas Bukit Buntu Burake, Makale, Tana Toraja, Sulawesi Selatan.


Megutip dari Detik.com, batung perunggu raksasa ini mulai dibangun pada tahun 2013 melalui proses sayembara terbuka dan akhirnya rampung dua tahun kemudian, pada 2015. Lokasinya yang berada di ketinggian sekitar 1.700 meter di atas permukaan laut memberikan kesan megah sekaligus menyajikan panorama Kota Makale dan deretan pegunungan hijau yang menyejukkan mata.


Desain patung ini merupakan karya seniman asal Yogyakarta, Supriadi, yang turut didukung oleh Hardo Wardoyo Suwarto. Dengan tinggi mencapai 45 meter, patung ini termasuk salah satu patung Yesus tertinggi di dunia.


Menggambarkan sosok Yesus dengan tangan terbuka lebar seakan memberkati seluruh wilayah Toraja, patung ini tidak hanya menghadirkan keindahan seni pahat yang detail, tetapi juga menyiratkan pesan spiritual yang mendalam. Wajah Yesus memancarkan kedamaian dan kasih, sejalan dengan nilai-nilai religius masyarakat Toraja yang mayoritas menganut agama Kristen.


Selain kemegahan arsitekturnya, kawasan ini juga menjadi tempat spiritual yang menyentuh hati. Banyak pengunjung yang datang untuk berdoa, bermeditasi, atau sekadar menikmati suasana tenang, dengan latar udara sejuk pegunungan yang menyelimuti pelataran patung. Tempat ini menjadi pilihan ideal untuk melakukan perenungan batin dan mencari kedamaian jiwa.


Tak kalah menarik adalah jembatan kaca sepanjang 100 meter yang dibangun di dasar patung pada awal tahun 2018. Disebut sebagai jembatan kaca terluas di Indonesia, struktur ini dibuat dari kaca tempered standar SNI dan dirancang tahan terhadap tekanan angin serta beban berat. Dari sini, pengunjung bisa menyaksikan keindahan Kota Makale dari ketinggian sambil merasakan sensasi mendebarkan.


Untuk mencapai lokasi patung, pengunjung harus melalui jalur tangga yang jumlahnya bervariasi antara 500 hingga 7.777 anak tangga, tergantung rute yang dipilih. Sepanjang perjalanan, lanskap alam Toraja yang hijau dan udara pegunungan yang segar akan menemani setiap langkah, menghadirkan pengalaman mendalam yang sulit dilupakan.


Kepopuleran Patung Yesus Buntu Burake terus meningkat seiring waktu. Menurut laporan Detik.com, pada libur Lebaran 2025 saja, sebanyak 18.278 orang tercatat mengunjungi lokasi ini. Bahkan saat musim liburan sebelumnya, jumlah pengunjung bisa mencapai 2.500 orang dalam sehari.


Tiket masuk ke kawasan ini pun cukup terjangkau, hanya Rp10.000 per orang dewasa, dan tempat ini buka setiap hari mulai pukul 07.00 hingga 21.00 WITA.


Tidak hanya sebagai objek wisata, Patung Yesus ini telah menjadi simbol pengembangan wisata rohani di Indonesia. Presiden Joko Widodo secara langsung meresmikan keberadaannya pada akhir tahun 2018, mempertegas peran pentingnya sebagai destinasi nasional yang menggabungkan keindahan alam dan kekuatan spiritualitas.


Menariknya, tempat ini tak hanya dikunjungi oleh umat Kristiani. Wisatawan dari berbagai latar belakang agama turut meramaikan kawasan ini, menikmati harmonisasi spiritualitas dan alam yang begitu terasa. Bahkan pada peringatan HUT RI ke-77, bendera Merah Putih sepanjang 77 meter dibentangkan di pelataran patung sebagai simbol harapan, persatuan, dan inklusivitas bangsa. (Boby)


https://untag-sby.ac.id
https://www.untag-sby.ac.id

\