Riset Doktor Untag: Keunggulan Bersaing Dorong Kinerja UMKM

  • 26 Juni 2026
  • 19

Keunggulan bersaing (competitive advantage) menjadi faktor paling dominan dalam meningkatkan kinerja berkelanjutan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Temuan tersebut diungkapkan Dr. Nur Widyawati, S.Si., M.SM., dalam Sidang Terbuka Promosi Doktor Ilmu Ekonomi (DIE) yang berlangsung di Meeting Room Grha Wiyata Untag Surabaya, Senin (22/6/26).


Dalam disertasinya, dosen tetap Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi dan Manajemen Kepelabuhanan (STIAMAK) Barunawati Surabaya itu meneliti pengaruh Entrepreneurial Marketing Competencies (EMC) terhadap sustainable performance melalui mediasi inovasi dan competitive advantage pada UMKM makanan dan minuman di Kota Surabaya.


Penelitian dilakukan terhadap UMKM yang terdaftar di Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Surabaya serta aplikasi E-PEKEN. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi pemasaran kewirausahaan berpengaruh positif terhadap inovasi dan keunggulan bersaing. Namun, pengaruh langsung EMC terhadap sustainable performance tidak signifikan. Sebaliknya, inovasi dan keunggulan bersaing terbukti mampu meningkatkan kinerja berkelanjutan UMKM.


Berdasarkan hasil penelitian tersebut, competitive advantage menjadi faktor yang paling berpengaruh dalam mendorong sustainable performance UMKM. Sementara itu, Entrepreneurial Marketing Competencies berkontribusi terhadap peningkatan kinerja berkelanjutan melalui penguatan inovasi dan keunggulan bersaing. Temuan ini menegaskan bahwa strategi pemasaran kewirausahaan dan daya saing usaha merupakan fondasi penting dalam pengembangan UMKM yang berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045.


Selain memaparkan hasil penelitian, Nur Widyawati juga mengungkapkan motivasinya menempuh pendidikan doktoral. Sebagai seorang dosen, ia merasa perlu terus meningkatkan kompetensi akademik agar mampu memberikan pembelajaran yang relevan dengan perkembangan zaman.


“Saya seorang dosen, sehingga menjadi tuntutan untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi. Ilmu yang didapatkan harus selalu up to date dan dapat saya terapkan kepada para mahasiswa,” ujarnya (22/6)


Keinginan untuk terus mengembangkan kapasitas akademik tersebut juga menjadi landasan dalam menyusun penelitian yang diharapkan dapat memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat, khususnya pelaku UMKM.


“Harapannya, disertasi ini bisa menambah wawasan untuk saya sendiri dan menjadi masukan bagi UMKM maupun Disperindag agar lebih meningkatkan competitive advantage-nya. Karena dari hasil penelitian, faktor inilah yang paling dominan dalam meningkatkan kinerja organisasi UMKM,” tuturnya.


Temuan dalam disertasi ini turut menghasilkan rekomendasi agar program pembinaan UMKM lebih difokuskan pada penguatan inovasi dan penciptaan keunggulan bersaing. Upaya tersebut dinilai penting untuk membangun UMKM yang tangguh, berkelanjutan, serta mampu memberikan kontribusi nyata dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. (Dini)


https://untag-sby.ac.id
https://www.untag-sby.ac.id