Sebanyak 17 mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya memilih tidak menikmati libur Lebaran. Mereka justru turun langsung ke lapangan sebagai relawan mudik melalui program baru Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik yang digagas kampus dengan fokus pelayanan masyarakat pada arus mudik Idul Fitri 1447 H/2026.
Program ini menjadi bentuk respons cepat sekaligus empati Untag Surabaya terhadap kebutuhan masyarakat selama periode mudik. Para mahasiswa diterjunkan untuk membantu kelancaran mobilitas pemudik di sejumlah titik strategis.
Pelepasan relawan dilakukan secara resmi dan dihadiri Ketua Yayasan Perguruan 17 Agustus 1945 (YPTA) Surabaya, Rektor Untag Surabaya, Wakil Rektor III Untag Surabaya, Ketua LPPM, jajaran Kepala Bagian Marketing, serta Kepala Humas Untag Surabaya. Dalam kesempatan tersebut, para relawan mendapatkan pembekalan sekaligus penyematan rompi sebagai tanda kesiapan bertugas.
Ketua LPPM Untag Surabaya, Prof. Dr. Slamet Riyadi, M.Si., Ak., CA., CTA., menjelaskan bahwa program ini merupakan hasil kolaborasi antara tim marketing dan Wakil Rektor III yang kemudian direspons cepat oleh LPPM hingga terealisasi sebagai KKN Tematik pertama dengan fokus relawan mudik.
“Dalam kegiatan ini, LPPM berkoordinasi dengan tim marketing mulai dari pendaftaran hingga pelaksanaan. Dalam waktu singkat, sekitar tiga hari setelah instruksi, pendaftaran langsung dibuka selama lima hari. Kami juga berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan dan kepolisian hingga terbentuk tiga wilayah penempatan,” jelasnya
Sebanyak 17 mahasiswa yang terpilih, termasuk empat peserta KKN Non Reguler, disiapkan untuk bertugas di sejumlah titik arus mudik seperti Terminal Purabaya, Stasiun Gubeng, dan Stasiun Pasar Turi. Seluruh rencana penempatan telah memperoleh izin dari Polrestabes Surabaya.
Kegiatan berlangsung dalam dua gelombang, yakni 16–21 Maret 2026 dan 22–27 Maret 2026. Selama bertugas, mahasiswa memperoleh konversi kegiatan sebagai pengganti mata kuliah KKN Semester Genap 2025/2026, disertai dukungan uang makan dan transport.
“Sebagai kompensasi, mahasiswa dibebastugaskan dari KKN reguler karena kegiatan ini setara. Selain itu, mereka juga mendapatkan fasilitas makan dan transport selama pelaksanaan,” ujar Prof. Slamet.
Selain menjalankan tugas pelayanan, peserta juga dituntut menghasilkan luaran berupa penyediaan informasi bagi masyarakat di posko serta pembuatan konten publikasi yang menggambarkan aktivitas di lapangan.
“Mahasiswa membantu masyarakat dengan memberikan informasi sekaligus membuat konten yang menunjukkan kegiatan yang dilakukan,” tambahnya.
Rektor Untag Surabaya, Dr. Harjo Seputro, S.T., M.T., menegaskan bahwa keterlibatan mahasiswa menjadi bentuk kontribusi nyata dalam momentum ketika masyarakat membutuhkan dukungan, khususnya pada arus mudik dan arus balik Lebaran.
“Semoga kalian bisa melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya, menjaga kesehatan, kekompakan, serta mengikuti arahan dari penanggung jawab di masing-masing posko,” pesannya.
Menurutnya, keberhasilan program dapat dilihat dari keberlanjutan kerja sama dengan mitra seperti Dinas Perhubungan Jawa Timur, Dinas Perhubungan Surabaya, dan Polrestabes Surabaya.
“Jika ke depan ada permintaan kembali, artinya kegiatan ini memberikan manfaat dan kehadiran Untag Surabaya dirasakan,” tegas Dr. Harjo
Evaluasi juga menjadi perhatian melalui pengumpulan umpan balik dari mahasiswa, mitra, dan masyarakat guna penyempurnaan di masa mendatang. Seluruh aktivitas dalam program ini dikonversi sebagai mata kuliah KKN dengan ketentuan minimal 145 jam.
Di sisi lain, kegiatan ini berjalan bersamaan dengan program layanan antar gratis ke Terminal Purabaya yang juga dihadirkan dalam rangka mendukung mobilitas masyarakat selama musim mudik.
Ketua YPTA Surabaya, J. Subekti, S.H., M.M., menilai inovasi ini sejalan dengan nilai budaya organisasi PERTIWI yang menjadi landasan institusi, yakni Patriotisme, Etika Profesi, Ramah Lingkungan, Transparansi, Toleransi, Integritas, Wawasan Global, dan Inovasi.
“Kegiatan akademik perlu terus menghadirkan pendekatan baru yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Mahasiswa harus mampu menunjukkan keterampilan, kecepatan, dan kesiapan dalam membantu. Yang dilihat masyarakat adalah representasi Untag Surabaya,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga nama baik institusi selama bertugas di lapangan dengan menghadirkan sikap profesional dan penuh kepedulian.
“Timbulkan kesan bahwa anak-anak Untag Surabaya cerdas, kerja sat set, dan sanggup menolong, sanggup membantu dimanapun, tunjukkan itu. Yang dilihat orang-orang nanti, di terminal, di stasiun, bukan wajah cantik anda, bukan wajah ganteng anda, tapi wajah Untag Surabaya. Jaga nama baik Untag Surabaya dengan kegiatan positif, konstruktif, edukatif, dan mengabdi. Tuntaskan pekerjaan kalian dengan ikhlas dan tulus,”
Menutup arahannya, J. Subekti menyampaikan apresiasi kepada tim marketing dan LPPM atas inisiatif yang dinilai mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara langsung.
“Teruslah menghadirkan inovasi yang dibutuhkan masyarakat dan gaungkan nama Untag Surabaya melalui pengabdian nyata,” imbuhnya
Semangat pengabdian juga dirasakan para relawan yang menunjukkan jiwa patriotisme dengan tetap terlibat dalam pelayanan masyarakat di tengah momentum Lebaran.
Adi Firmanda, mahasiswa Program Studi Sistem dan Teknologi Informasi (Sistekin) Untag Surabaya sekaligus relawan mudik, mengungkapkan kesiapan menjalankan tugas di lapangan.
“Nantinya kita akan memberikan arahan kepada para pemudik. Jika di stasiun, kita mengarahkan, misalnya penumpang berada di gerbong mana, nanti kita bantu arahkan. Harapan saya agar semua masyarakat bisa terbantu dari kegiatan KKN Untag Surabaya,” terang mahasiswa asal Sidoarjo tersebut.
Program KKN Tematik Relawan Mudik 2026 ini menjadi langkah awal pengembangan model pengabdian yang lebih adaptif dan kontekstual, sekaligus mempertegas peran Untag Surabaya dalam mendukung pelayanan publik pada momen penting nasional.
Reporter