Ujian Doktor Untag Surabaya, Enny Istanti Bahas Green Hospital

  • 11 September 2026
  • 10

Upaya mendorong penerapan konsep rumah sakit ramah lingkungan menjadi fokus penelitian Enny Istanti, S.E., M.M., dosen Universitas Bhayangkara Surabaya, dalam ujian Doktor Ilmu Ekonomi (DIE) di Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya. Ujian tersebut berlangsung di Meeting Room Graha Wiyata Untag Surabaya, Selasa (8/9/2026).


Dalam disertasinya, Enny mengkaji penerapan Green Human Resource Management dan Green Transformational Leadership untuk meningkatkan individual gain performance pada rumah sakit pemerintah tipe B di Kota Surabaya. Penelitian ini juga membahas creative process management dan green creativity, dengan *digital transformation* sebagai variabel moderasi dalam model penelitian.


Pemilihan topik tersebut berangkat dari persoalan perubahan iklim yang berdampak pada berbagai sektor, termasuk layanan kesehatan. Enny menyoroti aktivitas rumah sakit yang menghasilkan limbah medis serta membutuhkan penggunaan energi dalam jumlah besar. Kondisi ini dinilai menuntut penerapan konsep Green Hospital agar dampak lingkungan dari operasional rumah sakit dapat dikendalikan.


“Isu global perubahan iklim memengaruhi rumah sakit sebagai penghasil limbah, terutama limbah medis, sekaligus pengguna energi yang besar. Oleh karena itu, konsep Green Hospital perlu diterapkan untuk mengendalikan dampak lingkungan apabila operasional rumah sakit belum menggunakan konsep ramah lingkungan,” ujar Enny, Selasa (8/9).


Menurut Enny, penerapan Green Human Resource Management dan Green Transformational Leadership dapat menjadi bagian dari strategi pengelolaan sumber daya manusia yang lebih berorientasi pada keberlanjutan. Melalui pendekatan tersebut, rumah sakit tidak hanya dituntut meningkatkan kinerja individu, tetapi juga membangun budaya kerja yang lebih peduli terhadap lingkungan.


Penelitian tersebut juga masih membuka ruang pengembangan. Enny menyebut terdapat hasil penelitian yang belum menunjukkan hubungan signifikan, sehingga dapat menjadi peluang bagi peneliti selanjutnya untuk menambahkan variabel lain dan memperluas kajian.


“Harapannya, untuk hasil penelitian yang belum signifikan bisa ditambahkan dengan variabel-variabel lain. Dengan begitu, penelitian ini tidak berhenti sampai di sini,” ungkapnya.


Melalui disertasi tersebut, Enny berharap kajian mengenai Green Human Resource Management, Green Transformational Leadership, kreativitas, dan transformasi digital dapat terus dikembangkan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memperkaya pemahaman mengenai strategi rumah sakit dalam meningkatkan kinerja individu sekaligus mendukung penerapan konsep Green Hospital. (Aura)


https://untag-sby.ac.id
https://www.untag-sby.ac.id