Untag Arch Week 2026 Ajak Mahasiswa Jelajah Kota Tua Surabaya

  • 07 September 2026
  • 14

Kawasan Kota Tua Surabaya menjadi ruang belajar langsung bagi mahasiswa dan peserta profesional dalam rangkaian Untag Arch Week (UAW) 2026. Melalui agenda bertajuk “Kota Tua Surabaya dan Jelajah Kawasan KUM IAI”, peserta diajak mengamati bangunan, ruang publik, serta elemen arsitektur yang menyimpan jejak sejarah perkembangan kota.


Kegiatan hari kedua UAW 2026 tersebut berlangsung pada Rabu (2/9/2026) dengan mengusung tema besar “Ruang untuk Kehidupan dan Warisan untuk Masa Depan”. Berbeda dari hari pertama yang berfokus pada sustainable design, agenda kali ini menghadirkan pembelajaran lapangan dengan menjadikan kawasan Kota Tua Surabaya sebagai objek observasi.


Sebelum memulai perjalanan, peserta mengikuti registrasi, pengecekan, pembagian kelompok, dan pengarahan keselamatan. Dengan didampingi pemandu serta fasilitator, mereka kemudian menyusuri sejumlah titik bersejarah yang masuk dalam rute jelajah.


Rute tersebut mencakup sejumlah bangunan dan kawasan penting, di antaranya Javasche Bank, Internatio, Gedung Singa, dan HVA. Peserta juga mengamati bangunan lain seperti kantor pos, Bank Indonesia, Gedung Cerutu, hingga Polrestabes yang menjadi bagian dari konteks kawasan Kota Tua Surabaya.


Tidak hanya melihat bangunan dari luar, peserta juga melakukan observasi terhadap berbagai elemen arsitektur pada objek kunjungan. Lembar observasi digunakan untuk membantu peserta mencatat temuan selama perjalanan, sehingga jelajah Kota Tua tidak berhenti sebagai wisata sejarah, tetapi menjadi proses membaca perubahan kota.


Ketua Program Studi Arsitektur Untag Surabaya, Dr. Ar. Andarita Rolalisasi, S.T., M.T., IPM., IAI., mengatakan kegiatan tersebut menjadi ruang pertemuan antara mahasiswa dan profesional arsitektur. Menurutnya, pertemuan lintas latar belakang dapat membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk memperoleh pengetahuan langsung dari dunia profesi.


“Semoga melalui workshop ini dapat terjadi pertemuan dan pertukaran pengetahuan antara para profesional dengan mahasiswa, baik dari program studi terkait maupun dari berbagai latar belakang mahasiswa lainnya,” ujarnya, Rabu (2/9).


Usai menjelajah kawasan Kota Tua, peserta melanjutkan kegiatan di Auditorium Lantai 9 Graha Wiyata Untag Surabaya. Sesi tersebut menjadi ruang untuk mengulas hasil pengamatan sekaligus memperdalam pemahaman mengenai sejarah dan perkembangan kawasan yang telah dikunjungi.


Dalam materi “Kajian dan Identifikasi Cagar Budaya di Kota Lama Surabaya”, Dekan Fakultas Teknik Untag Surabaya, Dr. Ir. Ar. R.A. Retno Hastijanti, M.T., IPU., IAI., APEC.Eng., mengajak peserta melihat kota sebagai lapisan yang terus mengalami perubahan.


Hasti mengaitkan pengalaman peserta di lapangan dengan peta Kota Surabaya tahun 1949. Melalui peta dan dokumentasi historis tersebut, peserta dapat melihat perkembangan kawasan Kota Tua dari waktu ke waktu, sekaligus mengenali sejumlah elemen kota yang masih bertahan hingga saat ini.


Salah satu contoh yang disorot adalah ruang terbuka di depan Internatio yang masih mempertahankan bentuk menyerupai segitiga. Bentuk tersebut berkaitan dengan kondisi transportasi pada masa lalu, ketika kawasan itu menjadi bagian dari jalur trem dan membutuhkan ruang untuk bermanuver.


Menurut Hasti, proses pelestarian kawasan bersejarah perlu diawali dengan penggalian data dan pemahaman terhadap perubahan yang telah terjadi. “Kita tidak bisa melakukannya secara sembarangan. Kalau memang belum ada data, sebaiknya dipelajari lebih jauh,” imbuhnya.


Sementara itu, Ar. Yayan Indrayana, S.T., IAI., memberikan materi dengan pendekatan teoritis dan reflektif mengenai arsitektur serta perkembangan sejarah kawasan Kota Tua Surabaya. Materi tersebut melengkapi pengalaman lapangan peserta agar observasi tidak hanya berhenti pada bentuk fisik bangunan, tetapi juga pada konteks sejarah dan nilai kawasan.


Rangkaian Untag Arch Week 2026 ini menjadi ruang bagi peserta untuk melihat kembali hubungan antara arsitektur, sejarah, dan perkembangan kota. Melalui pembelajaran lapangan, Untag Surabaya mendorong mahasiswa memahami warisan kota secara langsung, sekaligus memperluas pengalaman belajar arsitektur di luar ruang kelas. (Dini)


https://untag-sby.ac.id
https://www.untag-sby.ac.id