Waspada Kebiasaan Menonton Video Pendek Bisa Mengganggu Otak

  • 12 Desember 2025
  • 2946

Video pendek kini menjadi salah satu bentuk hiburan paling populer di era digital. Platform seperti TikTok, YouTube Shorts, dan Instagram Reels menyajikan arus tayangan cepat yang berganti setiap detik. Meski menghibur, para ahli mengingatkan bahwa konsumsi berlebihan dapat membawa dampak serius bagi kesehatan otak dan pola perilaku penggunanya.


Kebiasaan menikmati video berdurasi singkat secara berulang tanpa jeda membuat otak terbiasa menerima rangsangan cepat. Pola ini memicu dorongan instan dopamin yang berpotensi membentuk perilaku adiktif.


Dilansir dari CNN News, riset berjudul Feeds, Feelings, and Focus yang dipublikasikan dalam Psychological Bulletin menganalisis 71 studi dengan hampir 100 ribu partisipan. Hasilnya konsisten, yaitu semakin sering seseorang menonton video berdurasi singkat dengan pola menggulir tanpa henti, semakin besar kemungkinan mereka mengalami penurunan fokus, gangguan memori, serta melemahnya kontrol impuls.


Dari seluruh fungsi kognitif yang diteliti, perhatian menjadi aspek yang paling terdampak. Penonton berat video pendek cenderung lebih mudah terdistraksi dan sulit menahan dorongan impulsif. Studi tersebut juga menjelaskan mengapa format video pendek begitu kuat memengaruhi otak, tayangan cepat, emosional, dan penuh kejutan memicu lonjakan dopamin berulang, membuat otak selalu menantikan rangsangan baru.


Sejumlah studi neuroimaging turut menemukan perubahan pada area otak yang mengatur kontrol diri dan pengambilan keputusan. Pengguna yang sering melakukan “scrolling tanpa sadar” cenderung lebih impulsif dan kurang mampu menahan distraksi. Pola konsumsi seperti ini membuat otak kesulitan mempertahankan perhatian jangka panjang serta melemahkan kemampuan memproses informasi secara mendalam.


Tak hanya fokus yang menurun, konsumsi video pendek berlebihan juga berdampak pada memori. Paparan konten cepat mendorong otak menyaring informasi secara dangkal, sehingga kemampuan menyimpan memori jangka panjang berkurang. Aktivitas otak dalam memproses informasi pun menjadi kurang stabil akibat jeda perhatian yang terus terputus


Jika berlangsung setiap hari, perubahan ini dapat memengaruhi pola kognitif jangka panjang, terutama pada mereka yang masih berada dalam fase perkembangan fungsi eksekutif otak.


Meski demikian, video pendek tetap dapat dinikmati selama pengguna menyadari batasan dan menerapkan kebiasaan sehat. Para ahli merekomendasikan beberapa langkah, antara lain :

• Menetapkan durasi harian untuk konsumsi video pendek.

• Menghindari menonton menjelang tidur.

• Mengimbangi aktivitas digital dengan kegiatan yang merangsang otak, seperti membaca, berolahraga, atau berdiskusi.

• Memilih konten yang lebih edukatif dan bermanfaat.

• Memberikan pengawasan khusus untuk anak dan remaja.


Video pendek memang memberikan hiburan cepat dan menyenangkan, namun konsumsi berlebihan dapat mengubah pola kerja otak, menurunkan kemampuan fokus, memengaruhi memori, dan mengganggu kesehatan mental. Dengan memahami risikonya sejak dini, pengguna dapat lebih bijak mengatur kebiasaan digital dan menjaga keseimbangan dalam kehidupan sehari-hari. (Dini)


https://untag-sby.ac.id
https://www.untag-sby.ac.id

\