Keharmonisan Pemeluk Hindu dan Islam di Pulau Dewata

  • 17 September 2021
  • YRS
  • 231

Keharmonisan pemeluk agama Hindu dan Islam menjadikan Bali sebagai provinsi dengan toleransi yang tinggi. Terdapat beberapa kampung Islam yang tersebar di Pulau Dewata sebagai simbol keharmonisan.

 

Yang pertama yaitu Kampung Gelgel yang dipercaya sebagai kampung Islam tertua di Bali. Dari kampung inilah Islam berkembang di Pulau Dewata. Desa Gelgel terletak di Kabupaten Klungkung, sekitar 60 kilometer arah timur Denpasar.

 

Berdirinya Masjid Nurul Huda menjadi saksi bisu datangnya Islam di Kampung Gelgel. Pasukan Majapahit beragama muslim mengantar pulang Raja Gelgel, Ketut Dalem Klesir, menjadi penghuni pertama. Di sana terdapat aturan bahwa Kepala Desa hanya dijabat oleh orang yang beragama Islam.

 

Selain Gelgel ada juga Kampung Loloan di Jembrana. Kampung Loloan berjarak sekitar 90 kilometer dari kota Denpasar. Kampung ini dikenal sebagai hunian masyarakat muslim di Bali terbesar. Keberadaan Kampung Loloan tersebut tidak bisa dilepaskan dari kedatangan prajurit Bugis sekitar empat abad yang lalu.

 

I Gusti Arya Pancoran, Penguasa jembrana mengizinkan kelompok Bugis menempati daerah Loloan. Seorang ulama asal Melayu, Buyut Lebai, juga membantu penyebaran agama Islam di Bali. Maka dari itu penggunaan bahasa Bugis dan Melayu di Kampung Loloan masih sering terdengar hingga sekarang.

 

Kampung Pegayaman di Buleleng juga merupakan Kampung Islam di Bali. Walau dihuni banyak muslim dari nenek moyang prajurit Bugis, namun Kampung Pegayaman masih mengusung kebudayaan Bali, seperti dengan adanya subak dan banjar. Yang berbeda hanyalah keberadaan rumah ibadah, pura berganti dengan masjid.

 

sumber. cnnindonesia.com

 

 


https://untag-sby.ac.id
https://www.untag-sby.ac.id

Y. RAKA S.

Jurnalis