Semangat olahraga dan kreativitas siswa terasa kuat di SMA 17 Agustus 1945 (SMATAG) Surabaya saat DBL Road Show with Good Day hadir di tengah lapangan sekolah, pada Senin (19/1/26). Kegiatan ini menjadi ajang promosi sekaligus sosialisasi kompetisi DBL yang melibatkan seluruh siswa serta berbagai ekstrakurikuler di lingkungan SMATAG Surabaya.
Rangkaian kegiatan road show berlangsung meriah. Penampilan tim basket putra dan putri SMATAG Surabaya membuka acara, disusul atraksi dance, paduan suara, hingga permainan interaktif yang mengajak siswa terlibat langsung. Antusiasme siswa terlihat sejak awal, menjadikan kegiatan ini sebagai suntikan motivasi bagi calon atlet basket sekolah.
Kapten tim basket SMATAG Surabaya, Dave Jonathan, menyebutkan bahwa kehadiran DBL Road Show membawa dampak positif bagi semangat tim maupun siswa secara umum.
“DBL road show ke SMATAG ini tujuannya untuk promosi dan sosialisasi DBL with Good Day. Selain itu, kami juga menampilkan basket putra, basket putri, dance, dan koor. Kunjungan ini benar-benar bikin semangat anak-anak naik, terutama untuk bersaing masuk ke tim utama basket SMATAG,” ujar siswa kelas XI-1 tersebut (19/1)
Ia juga menyinggung perjalanan tim basket SMATAG pada musim kompetisi sebelumnya. Dave mengungkapkan bahwa persiapan telah dilakukan secara maksimal bersama pelatih saat itu, Coach Daddy Permana, meski hasil akhir belum membawa SMATAG meraih gelar juara.
“Musim lalu kami sudah mempersiapkan diri sebaik dan sematang mungkin. Waktu itu kami cukup percaya diri karena grupnya seimbang, ada SMA Hang Tuah 1 Surabaya, SMA Muhammadiyah 10 Surabaya, Unsur Sidoarjo, dan SMATAG sendiri,” jelasnya.
Kepercayaan diri tersebut sempat terbayar dengan dua kemenangan meyakinkan. Tim basket SMATAG berhasil menundukkan SMA Hang Tuah 1 Surabaya dengan skor 20–8 dan SMA Muhammadiyah 10 Surabaya dengan skor 24–5. Capaian ini menjadi kebanggaan tersendiri, mengingat sebelumnya SMATAG belum pernah mencatat dua kemenangan beruntun dengan selisih poin yang cukup jauh.
Namun, langkah SMATAG terhenti pada laga penentuan juara grup saat berhadapan dengan Unsur Sidoarjo.
“Kami sudah memperbaiki offense, defense, mental, dan pattern permainan, tapi hasilnya belum berpihak ke kami,” tutur Dave.
Kekalahan tersebut terasa berat karena SMATAG tidak masuk dalam daftar delapan runner-up terbaik. Meski demikian, Dave menegaskan bahwa tim memilih bangkit dan menjadikan pengalaman tersebut sebagai pelajaran berharga.
Momentum kebangkitan itu ditandai dengan pergantian pelatih. Kini, tim basket SMATAG kembali dinakhodai oleh Coach Eka, yang sebelumnya pernah melatih SMATAG, dengan dukungan Coach Gerald sebagai asisten.
“Dengan roster baru dan pelatih baru, kami sudah menata program latihan selama setahun, dari intensitas rendah sampai tinggi. Target kami tahun ini jelas, lolos playoff untuk pertama kalinya,” ungkap Dave penuh optimisme.
Selain basket, DBL Road Show with Good Day juga melibatkan ekstrakurikuler lain. Ketua tim paduan suara SMATAG, Albirian Irza Ramadhan, siswa kelas XII-3, menyebutkan bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin DBL yang selalu dinantikan siswa.
“Acaranya lengkap, ada basket, dance, koor, dan juga games. Ini seperti agenda go to school-nya DBL,” katanya.
Irza menjelaskan bahwa persiapan paduan suara dilakukan melalui latihan koreografi dan penguatan kekompakan antaranggota. Menurutnya, peran paduan suara tidak hanya sebagai pengisi acara, tetapi juga membangun atmosfer dan memberikan dukungan moral bagi tim basket yang akan berlaga di kompetisi DBL.
Melalui DBL Road Show with Good Day ini, SMATAG Surabaya tidak hanya memperoleh pengalaman berharga dalam dunia olahraga pelajar, tetapi juga memperkuat semangat kebersamaan, sportivitas, serta keberanian siswa untuk mengekspresikan diri melalui berbagai bidang minat dan bakat. (Boby)