Sebanyak 115 calon sarjana resmi dikukuhkan dalam Penggelaran Sarjana Sastra Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Untag Surabaya, Kamis (28/8/25). Momen ini terasa istimewa karena dipimpin langsung oleh Dekan baru periode 2025–2029, Dr. Pariyanto, M.Ed., yang menegaskan pentingnya karakter, kerja sama, dan integritas sebagai bekal memasuki dunia kerja.
Rangkaian acara yang berlangsung di Meeting Room Graha Wiyata Lt.1 Untag Surabaya itu dihadiri oleh seluruh calon lulusan bersama jajaran dosen dan tenaga kependidikan FIB Untag Surabaya. Pembukaan dilakukan dengan suasana khidmat, diikuti penyampaian sambutan dari dekan yang juga merupakan dosen Sastra Inggris tersebut.
“Hari ini adalah hari bahagia bagi kalian semua calon lulusan karena sudah menyelesaikan semua tugas perkuliahan. Ada yang menempuh hingga 14 semester, ada yang 8 semester. Tantangannya berbeda-beda, tetapi kalian semua berhasil melewatinya,” ujarnya (28/8)
Pariyanto menekankan bahwa gelar sarjana yang diraih hari ini bukan akhir, melainkan awal perjalanan untuk mengabdi di masyarakat. Menurutnya, nilai IPK hanyalah salah satu aspek, sementara kesuksesan sejati ditentukan oleh karakter, etika, dan kemampuan bekerja sama.
“IPK bukan satu-satunya faktor keberhasilan. Karakter, sikap, dan etika juga sangat penting. Jaga nama baik almamater di manapun kalian berada,” pesannya
Ia juga mengingatkan para lulusan untuk selalu menjaga hubungan baik dengan para dosen dan menyampaikan hal-hal positif tentang fakultas dan universitas.
“Kalau dulu pernah dipaksa mengerjakan tugas, itu semata-mata agar kalian siap terjun di masyarakat. Jadi, ceritakan hal-hal positif tentang fakultas dan universitas kita,” tambahnya sambil tersenyum.
Novi Andari, S.S., M.Pd. selaku Ketua Gugus Penjaminan Mutu FIB Untag Surabaya membacakan Surat Keputusan (SK) Kelulusan. Dari 115 lulusan, 84 berasal dari Program Studi Sastra Inggris dan 31 dari Program Studi Sastra Jepang.
Penyerahan Surat Keterangan Lulus (SKL) dilakukan langsung oleh Ketua Program Studi (Kaprodi) masing-masing. Kaprodi Sastra Inggris, Muizzu Nurhadi, S.S., M.Hum., menyerahkan SKL kepada lulusan Sastra Inggris, sementara Kaprodi Sastra Jepang, Umul Khasanah, S.Pd., M.Lit., menyerahkan SKL kepada lulusan Sastra Jepang.

Pengumuman lulusan terbaik menjadi salah satu momen yang paling ditunggu. Tahun ini, predikat tersebut diraih oleh Stefanus Diky Setyawan dari Program Studi Sastra Inggris dengan IPK 3,93. Diky yang mendapat kesempatan memberikan sambutan, menyampaikan rasa terima kasihnya dengan penuh haru.
“Saya berterima kasih kepada Tuhan Yesus, mama saya, Bapak Dekan, Kaprodi, dan semua dosen yang selalu mendukung kami. Mohon maaf jika selama ini kami merepotkan. Ini bukan akhir, tapi awal dari perjalanan hebat kita. Langit bukan batas, melainkan awal dari perjalanan hebatmu,” ujarnya.
Acara Penggelaran Yudisium FIB Untag Surabaya kemudian ditutup dengan sesi foto bersama dan ramah tamah antara dosen dan mahasiswa.
Melalui kegiatan ini, FIB Untag Surabaya menegaskan komitmennya melahirkan lulusan yang unggul secara akademik, berkarakter, dan siap bersaing di dunia kerja. Sebagai bagian dari visi Untag Surabaya sebagai kampus kebangsaan, FIB terus mencetak generasi cerdas, tangguh, dan berkarakter unggul demi Indonesia yang lebih baik. (Boby)