Keberlanjutan rumah sakit tidak hanya ditentukan oleh kualitas pelayanan, tetapi juga oleh efisiensi operasional, tanggung jawab sosial, dan pengelolaan lingkungan. Keterkaitan berbagai aspek tersebut menjadi fokus penelitian Aprelia Nur Kumalasari, S.M., M.M., dalam disertasinya tentang faktor-faktor yang memengaruhi nilai rumah sakit.
Penelitian tersebut mengantarkan Aprelia meraih gelar doktor dengan predikat cumlaude pada Program Studi Doktor Ilmu Ekonomi (DIE), Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Untag Surabaya. Ia menjalani ujian terbuka pada 6 Oktober 2026 di Meeting Room Lantai 1 Graha Wiyata Untag Surabaya. Ujian dipimpin oleh Wakil Rektor II Untag Surabaya, Supangat, M.Kom., Ph.D., ITIL., COBIT., CLA., CISA., dengan melibatkan 10 penguji.
Dalam disertasinya, Aprelia mengkaji pengaruh pembiayaan hijau (green finance), tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR), pengelolaan limbah, dan kualitas pelayanan unggul (Excellent Service Quality/ESQ) terhadap nilai rumah sakit. Penelitian ini juga menganalisis efektivitas dan efisiensi sebagai variabel mediasi serta Good Hospital Governance (GHG) sebagai variabel moderasi pada rumah sakit terakreditasi paripurna di Kabupaten Lamongan.
Kajian ini dilatarbelakangi tantangan rumah sakit dalam menjaga kualitas pelayanan dan kondisi keuangan sekaligus memenuhi tanggung jawab terhadap lingkungan. Pengelolaan fasilitas kesehatan tidak hanya berkaitan dengan pelayanan kepada pasien, tetapi juga mencakup penggunaan sumber daya secara efisien, penanganan limbah, dan penerapan tata kelola yang baik untuk mendukung keberlanjutan organisasi.
Untuk menguji hubungan antarvariabel tersebut, Aprelia melibatkan 322 responden dari rumah sakit terakreditasi paripurna di Kabupaten Lamongan. Penelitian menggunakan metode Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) untuk menganalisis hubungan berbagai faktor dalam model pengelolaan rumah sakit berkelanjutan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembiayaan hijau berpengaruh positif dan signifikan terhadap efektivitas dan efisiensi rumah sakit. Temuan ini menunjukkan pentingnya pembiayaan yang mendukung penghematan energi dan pengelolaan sumber daya secara berkelanjutan dalam upaya meningkatkan efektivitas serta efisiensi operasional rumah sakit.
Selain pembiayaan hijau, penelitian ini turut mengkaji peran CSR, pengelolaan limbah, dan kualitas pelayanan dalam memengaruhi nilai rumah sakit. Efektivitas dan efisiensi ditempatkan sebagai variabel mediasi untuk menjelaskan hubungan berbagai faktor tersebut, sedangkan GHG dikaji sebagai variabel moderasi yang dapat memengaruhi hubungan antarvariabel dalam model penelitian.
Pengelolaan limbah medis juga menjadi perhatian, terutama limbah bahan berbahaya dan beracun (B3). Penanganan limbah tersebut membutuhkan prosedur yang tepat karena berkaitan dengan keselamatan dan kelestarian lingkungan. Pengelolaan yang baik menjadi bagian penting dari tanggung jawab rumah sakit dalam meminimalkan risiko yang ditimbulkan oleh aktivitas pelayanan kesehatan.
Selain di lingkungan fasilitas kesehatan, perhatian terhadap limbah juga mencakup obat-obatan yang telah kedaluwarsa atau tidak lagi digunakan. Edukasi kepada masyarakat mengenai cara membuang obat dengan benar diperlukan agar limbah tersebut tidak dibuang sembarangan. Hal ini menegaskan pentingnya penanganan limbah secara tepat untuk mendukung perlindungan lingkungan.
Melalui penelitian ini, Aprelia menyoroti pentingnya menyelaraskan kualitas pelayanan, efisiensi operasional, tanggung jawab sosial, dan kepedulian terhadap lingkungan dalam pengelolaan rumah sakit. Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pengelola rumah sakit dalam mengembangkan tata kelola yang lebih efektif, efisien, dan berorientasi pada keberlanjutan. (Aura)