Untag Surabaya membekali dosen dan tenaga kependidikan baru dengan pemahaman mengenai penggunaan Artificial Intelligence (AI) yang aman dan bertanggung jawab. Materi tersebut disampaikan dalam kegiatan Orientasi Dosen dan Tenaga Kependidikan Baru di Meeting Room Grha Wiyata Untag Surabaya, Selasa (4/8/26).
Wakil Manajer Managing Helpdesk Direktorat Sistem Informasi (DSI) YPTA Surabaya, Gabriele N. Rattu, M.I.Kom., menjadi pemateri dalam sesi tersebut. Perempuan yang akrab disapa Gabby itu menjelaskan bahwa AI kini dapat membantu berbagai pekerjaan di lingkungan pendidikan tinggi, seperti menyusun ide tulisan, merangkum dokumen, membuat bahan presentasi, hingga mendukung proses kerja administratif.
Meski demikian, Gabby menegaskan bahwa AI tidak dapat menggantikan peran manusia dalam mengambil keputusan. Menurutnya, pengguna tetap bertanggung jawab terhadap akurasi, kualitas, dan keamanan informasi dari setiap hasil kerja yang melibatkan AI. “AI hanyalah alat bantu. Keputusan akhir, kualitas pekerjaan, serta tanggung jawab atas hasil yang digunakan tetap berada pada manusia,” ujarnya (4/8).
Ia juga mengingatkan agar dosen dan tenaga kependidikan tidak memasukkan data rahasia ke layanan AI publik. Data tersebut mencakup kata sandi atau kredensial akun, data pribadi mahasiswa dan pegawai, nilai mahasiswa yang masih mencantumkan identitas, data kepegawaian, data keuangan institusi, soal ujian rahasia, konfigurasi infrastruktur teknologi informasi, serta dokumen internal yang belum dipublikasikan.
Menurut Gabby, informasi yang dimasukkan ke layanan AI publik berpotensi menimbulkan risiko apabila tidak dikelola secara hati-hati. Karena itu, ia memperkenalkan tiga prinsip penggunaan AI yang aman, yaitu Review, Verify, dan Protect. Pengguna perlu meninjau ulang jawaban AI, memverifikasi fakta dan referensi, serta melindungi data sensitif agar tidak tersebar di platform publik.
Gabby juga menyarankan agar data yang digunakan dalam penyusunan dokumen atau analisis kasus dibuat anonim terlebih dahulu. Dengan cara tersebut, identitas pribadi maupun informasi internal institusi tidak mudah dikenali.
Melalui orientasi ini, Untag Surabaya mendorong dosen dan tenaga kependidikan baru untuk memanfaatkan AI secara produktif tanpa mengabaikan etika dan keamanan informasi. Literasi digital tersebut diharapkan dapat memperkuat budaya kerja yang adaptif, cermat, dan bertanggung jawab di lingkungan kampus. (Dini)