Media sosial TikTok kembali diramaikan dengan tren kesehatan bernama fiber maxxing, yakni kebiasaan memperbanyak konsumsi makanan tinggi serat dalam menu harian. Tren ini mendorong masyarakat untuk lebih sadar akan peran serat bagi kesehatan tubuh, terutama dalam menjaga fungsi sistem pencernaan.
Melansir Kompas.com, para ahli menyebut bahwa asupan serat yang cukup memang berkaitan dengan penurunan risiko kanker, khususnya kanker kolorektal atau kanker usus besar.
Serat Dinilai Berperan Melindungi Usus
Ahli gizi klinis dari Memorial Sloan Kettering Cancer Center (MSKCC), Cara Anselmo, menjelaskan bahwa serat memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan mikrobioma usus. Serat yang tidak tercerna akan bertahan di usus besar dan difermentasi oleh bakteri baik.
Proses fermentasi tersebut menghasilkan metabolit yang membantu menekan peradangan serta melindungi sel-sel usus agar tidak berkembang menjadi sel kanker. Selain itu, senyawa ini juga berkontribusi dalam mengaktifkan sistem kekebalan tubuh.
Manfaat Serat bagi Kesehatan Tubuh
Tak hanya berdampak pada kesehatan usus, serat juga membantu mempercepat pergerakan makanan di saluran cerna. Dengan demikian, paparan tubuh terhadap zat-zat berbahaya dari makanan tidak sehat dapat diminimalkan.
Serat juga diketahui mampu menurunkan kadar kolesterol dan memperbaiki kesehatan metabolik, yang secara tidak langsung berperan dalam menekan risiko berbagai penyakit kronis, termasuk kanker.
Pola Makan Tinggi Serat yang Dianjurkan
Pola makan tinggi serat umumnya bersumber dari pangan nabati, seperti buah-buahan, sayuran, biji-bijian utuh, kacang-kacangan, serta polong-polongan. Asupan serat sekitar 25–30 gram per hari dinilai sudah mencukupi kebutuhan tubuh.
Para ahli menyarankan agar sumber serat diutamakan berasal dari makanan utuh, bukan dari produk olahan dengan tambahan serat buatan. Perubahan pola makan juga sebaiknya dilakukan secara bertahap agar tubuh dapat beradaptasi dengan baik.
Meski tren fibermaxxing menawarkan berbagai manfaat, peningkatan asupan serat secara berlebihan dan mendadak justru dapat memicu gangguan pencernaan, seperti perut kembung dan rasa tidak nyaman.
Ahli gizi juga mengingatkan bahwa konsumsi serat tinggi bukan jaminan mutlak untuk mencegah kanker. Bagi individu dengan kondisi kesehatan tertentu, termasuk pasien kanker, konsultasi dengan dokter atau tenaga medis tetap diperlukan sebelum menerapkan pola makan khusus. (Boby)