Influenza A dan Gejala yang Perlu Diwaspadai

  • 18 September 2026
  • VaniaS
  • 81

Kasus Influenza A tengah menjadi perhatian setelah rumah sakit di sejumlah daerah dilaporkan dipenuhi pasien yang terinfeksi dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi tersebut membuat masyarakat perlu mengenali lebih jauh mengenai virus yang sebenarnya bukan merupakan jenis baru ini.


Melansir dari CNN Indonesia, influenza merupakan virus yang menyerang saluran pernapasan dan umumnya menyebar pada periode tertentu atau secara musiman. Kondisi tersebut berbeda dengan salesma atau flu biasa yang umumnya disebabkan oleh Rhinovirus dan dapat terjadi kapan saja.


Sebagian besar infeksi influenza dapat sembuh dengan sendirinya. Namun, pada kondisi tertentu, penyakit ini dapat berkembang menjadi komplikasi yang berpotensi menyebabkan kondisi fatal.


Mengenal Influenza A


Virus influenza terbagi menjadi empat jenis, yakni Influenza A, B, C, dan D. Influenza A dan B lebih banyak menginfeksi manusia serta dapat memicu wabah musiman. Sementara Influenza C biasanya menimbulkan penyakit yang lebih ringan, sedangkan Influenza D lebih banyak menyerang hewan seperti sapi.


Mengutip Center for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat, Influenza A (H1N1) yang banyak beredar saat ini merupakan keturunan virus yang menjadi penyebab pandemi pada 2009. Virus tersebut kemudian terus beredar secara musiman dan mengalami perubahan genetik.


Penularan Influenza A dapat berlangsung dari manusia ke manusia melalui kontak dengan cairan tubuh, seperti droplet dan air liur. Virus juga dapat berpindah melalui kontak langsung dengan benda yang telah terkontaminasi.


Setelah seseorang terpapar, virus mengalami dua fase. Berdasarkan informasi dari MedPark Hospital, fase pertama merupakan masa inkubasi yang berlangsung sekitar satu hingga tiga hari. Pada tahap tersebut, gejala belum terlihat, tetapi virus sudah dapat menular kepada orang lain.


Fase berikutnya ditandai dengan munculnya gejala pada satu hingga tujuh hari setelah infeksi. Gejala umumnya mulai dirasakan sekitar hari ketiga setelah seseorang terpapar virus.


Gejala Influenza A


Gejala, lama sakit, dan tingkat keparahan Influenza A dapat berbeda pada setiap orang. Perbedaan tersebut dipengaruhi oleh usia, kondisi kesehatan yang mendasari, serta tingkat kekebalan tubuh.

Gejala yang muncul dapat bersifat ringan hingga berat.


Beberapa tanda yang umum dialami meliputi:

• Demam tinggi atau menggigil secara tiba-tiba;

• Batuk yang umumnya bersifat kering;

• Sakit tenggorokan;

• Bersin, hidung tersumbat, atau hidung meler;

• Kelelahan;

• Sakit kepala;

• Kehilangan nafsu makan;

• Mual dan muntah;

• Nyeri otot serta sendi.


Pada kondisi yang lebih berat, Influenza A juga dapat menimbulkan komplikasi. Beberapa kondisi yang perlu diwaspadai antara lain demam lebih dari 38 derajat Celsius yang bertahan selama lebih dari satu pekan, pneumonia, sesak napas, detak jantung cepat atau berdebar, hipotensi, gagal napas, hingga kejang demam yang terutama dapat terjadi pada anak.


Sebagian besar penderita Influenza A dapat berangsur pulih dalam waktu sekitar empat hingga tujuh hari apabila mendapatkan pengobatan yang tepat. Namun, apabila kondisi tidak membaik setelah satu pekan, pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui kemungkinan terjadinya komplikasi.


Masyarakat tetap perlu menjaga kondisi tubuh dan menerapkan protokol kesehatan dengan baik, terutama di tengah meningkatnya perhatian terhadap kasus Influenza A.


https://untag-sby.ac.id
https://www.untag-sby.ac.id

Vania

Reporter