Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW di SMP 17 Agustus 1945 (SMPTAG) Surabaya menjadi momentum pembinaan karakter dan penguatan nilai keimanan siswa melalui berbagai kegiatan bernuansa religius.
Kegiatan tersebut digelar di lapangan sekolah pada Kamis, 15 Januari 2026, dan diawali dengan lantunan shalawat dari grup banjari siswa yang menciptakan suasana khidmat. Mengusung tema “Sungguh Pada (diri) Rasulullah Sungguh Ada Suri Teladan yang Baik Bagimu”, peringatan Isra Mi’raj dikemas dalam bentuk lomba keagamaan yang melibatkan seluruh peserta didik.
Kepala SMPTAG Surabaya, Dra. Wiwik Wahyuningsih, M.M., menyampaikan bahwa Isra Mi’raj merupakan peristiwa penting dalam Islam yang menjadi pengingat kewajiban salat lima waktu. Ia mengajak siswa menjadikan momentum ini sebagai sarana memperbaiki kualitas ibadah dan perilaku.
“Isra Mi’raj bukan hanya peristiwa sejarah yang diperingati setiap tahun, tetapi pengingat bagi kita semua untuk memperbaiki kualitas salat dan perilaku dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Wiwik Wahyuningsih di hadapan para siswa (15/1)
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa salat harus dijalankan dengan penuh kesadaran dan keikhlasan, bukan sekadar rutinitas yang dilakukan karena aturan sekolah. Menurutnya, salat memiliki peran penting dalam membentuk karakter, kedisiplinan, serta tanggung jawab seorang Muslim.
“Salat adalah fondasi pembentukan karakter. Jika salatnya baik, insyaallah sikap dan perilaku kita juga akan baik, baik di sekolah maupun di lingkungan masyarakat,” tegas Kepala Sekolah tersebut.
Dalam sambutannya, ia juga mengingatkan siswa untuk menjauhi perilaku negatif seperti perundungan serta membiasakan sikap saling menghormati dan peduli terhadap sesama, terutama menjelang bulan suci Ramadan.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pelaksanaan berbagai lomba keagamaan yang dirancang sebagai sarana pembinaan mental, spiritual, dan keberanian siswa.
Lomba pidato cilik (pildacil) memberikan ruang bagi siswa untuk menyampaikan pesan-pesan keislaman sekaligus melatih kepercayaan diri berbicara di depan umum. Lomba adzan menjadi ajang melatih ketepatan, kekhusyukan, dan keberanian dalam menyerukan panggilan salat. Sementara itu, lomba kaligrafi yang telah dilaksanakan sehari sebelumnya menjadi wadah kreativitas siswa dalam mengekspresikan seni Islam.
Pada lomba pildacil, Chansa Naura Salsabila (8A) berhasil meraih Juara I, disusul Dewantara Subagja Sumantri Prawira (8B) sebagai Juara II, dan Aneira Zandra Halia (9A) sebagai Juara III. Lomba adzan dimenangkan oleh Dutha Ramadhan Milhana (7D) sebagai Juara I, Azzam Arfa Aulia (9B) sebagai Juara II, dan Raditya Isnain Putra Mahesa (9D) sebagai Juara III. Adapun lomba kaligrafi dimenangkan oleh Nahrina Syarliz Zami (8B) sebagai Juara I, Margareta Febinaya Nurefendik (9A) sebagai Juara II, dan Aisyah Jihan Zahira Azhar (7A) sebagai Juara III.
Peringatan Isra Mi’raj di SMPTAG Surabaya diharapkan mampu memperkuat iman dan akhlak siswa, seiring upaya sekolah membangun karakter peserta didik yang meneladani nilai-nilai luhur Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari. (Boby)