Jahe telah lama dimanfaatkan sebagai salah satu bahan pengobatan tradisional untuk membantu mengatasi berbagai gangguan kesehatan, termasuk demam. Minuman jahe hangat juga kerap dikonsumsi karena dipercaya dapat memberikan rasa nyaman dan membuat tubuh terasa lebih hangat. Meski demikian, manfaat jahe lebih berperan sebagai terapi pendukung dan bukan obat yang secara langsung menurunkan suhu tubuh
Melansir dari CNN Indonesia, jahe mengandung senyawa aktif seperti gingerol dan shogaol yang memiliki sifat antioksidan dan antiinflamasi. Kandungan tersebut membantu tubuh meredakan peradangan yang muncul sebagai respons terhadap infeksi atau penyakit. Namun, manfaat tersebut tidak berarti jahe bekerja seperti obat penurun panas yang dapat secara langsung menurunkan suhu tubuh.
Selain membantu meredakan peradangan, minuman jahe hangat juga dapat memberikan efek menenangkan sehingga tubuh terasa lebih rileks. Konsumsi jahe sekaligus membantu memenuhi kebutuhan cairan selama demam, yang penting untuk mencegah dehidrasi dan mendukung proses pemulihan tubuh saat melawan infeksi.
Jahe juga diketahui dapat membantu mengurangi berbagai keluhan yang sering menyertai demam, seperti menggigil, pegal-pegal, mual, hingga rasa tidak nyaman pada tubuh. Karena itu, banyak orang merasa kondisinya membaik setelah mengonsumsi minuman berbahan dasar jahe. Meski begitu, manfaat tersebut hanya bersifat sebagai terapi pendukung, bukan pengobatan utama.
Saat mengalami demam, langkah yang lebih dianjurkan adalah memperbanyak istirahat, menjaga tubuh tetap terhidrasi, mengonsumsi makanan sehat, serta menggunakan obat penurun panas sesuai anjuran dokter apabila diperlukan. Dalam kondisi tersebut, jahe dapat dikonsumsi sebagai pelengkap untuk membantu meningkatkan kenyamanan selama masa pemulihan.
Apabila demam tidak kunjung membaik setelah dua hingga tiga hari, suhu tubuh mencapai lebih dari 39 derajat Celsius, atau disertai gejala serius seperti sesak napas, kejang, muntah berulang, penurunan kesadaran, maupun nyeri hebat, penderita sebaiknya segera mencari pertolongan medis. Pemeriksaan oleh tenaga kesehatan diperlukan untuk mengetahui penyebab demam sehingga penanganan yang diberikan dapat disesuaikan dengan kondisi pasien.
Secara keseluruhan, jahe memiliki berbagai manfaat yang dapat membantu meredakan keluhan selama demam berkat kandungan antioksidan dan antiinflamasi yang dimilikinya. Namun, jahe bukanlah obat yang secara langsung menurunkan suhu tubuh maupun pengganti terapi medis. Konsumsi jahe sebaiknya diposisikan sebagai bagian dari upaya pendukung untuk membantu proses pemulihan, bukan sebagai satu-satunya cara mengatasi demam. (Maulana)