Orangutan merupakan salah satu kera besar yang hidup alami di hutan Sumatera dan Kalimantan. Satwa ini menjadi bagian penting dari ekosistem hutan tropis, tetapi kini seluruh spesiesnya menghadapi ancaman kepunahan akibat hilangnya habitat, perburuan, perdagangan ilegal, dan konflik dengan manusia.

Indonesia memiliki tiga spesies orangutan, yakni orangutan Kalimantan, orangutan Sumatera, dan orangutan Tapanuli. Orangutan Tapanuli menjadi spesies paling langka karena populasinya hanya tersisa ratusan individu di Ekosistem Batang Toru. Sementara itu, orangutan Sumatera dan orangutan Kalimantan juga menghadapi tekanan serius akibat perubahan fungsi kawasan hutan.

Orangutan sering disebut sebagai “petani hutan” karena berperan membantu regenerasi hutan. Melalui pola makan buah-buahan, biji yang tersebar dari kotoran orangutan dapat tumbuh menjadi tunas baru. Karena itu, hilangnya populasi orangutan tidak hanya berarti berkurangnya satu spesies, tetapi juga mengancam keberlangsungan banyak tumbuhan dan satwa lain yang bergantung pada ekosistem hutan.

Ancaman terbesar bagi orangutan berasal dari deforestasi. Berdasarkan data yang dihimpun dalam infografis, sekitar 76 persen ancaman terhadap habitat orangutan dipicu oleh hilangnya tutupan hutan. Faktor lain, seperti perburuan, perdagangan satwa ilegal, dan konflik antara manusia dengan satwa, turut memperbesar risiko kepunahan.

Upaya menyelamatkan orangutan membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Masyarakat dapat berperan dengan memilih produk kayu dan sawit yang berkelanjutan, mendukung lembaga konservasi resmi, serta meningkatkan kesadaran tentang pentingnya menjaga habitat satwa liar. Seperti pesan ahli primatologi Dr. Biruté Galdikas, kepunahan kera besar terjadi di depan mata, sehingga perlindungan orangutan perlu menjadi kepedulian bersama. (Ivan)