OpenAI tengah bersiap merilis sebuah peramban web berbasis kecerdasan buatan (AI) yang digadang-gadang akan mengubah cara pengguna menjelajahi internet. Kehadiran browser ini disebut-sebut bakal menjadi pesaing langsung Google Chrome, yang saat ini menguasai pasar global dengan lebih dari 3 miliar pengguna.
Dilansir dari laporan Kompas.com, browser inovatif ini dirancang untuk menyajikan pengalaman menjelajah internet yang sepenuhnya terintegrasi dengan teknologi AI. Alih-alih menggunakan klik atau pencarian manual, pengguna dapat berinteraksi dalam format percakapan.
“Web browser OpenAI menggunakan kecerdasan buatan guna mengubah cara atau pengalaman konsumen menjelajahi web secara fundamental,” tulis Kompas.com dalam laporannya yang dikutip pada awal Juni 2025.
Berbeda dengan browser konvensional, peramban buatan OpenAI ini akan menampilkan antarmuka menyerupai chatbot ChatGPT. Pengguna dapat berkomunikasi langsung dengan AI untuk menyelesaikan berbagai tugas digital tanpa perlu berpindah tab atau mengetik kata kunci, cukup dengan memberi perintah secara alami, dan AI akan mengerjakannya.
Browser ini juga diperkaya dengan fitur Operator, agen AI yang bisa melakukan tugas-tugas otomatis seperti mengisi formulir, memesan tiket, bahkan melakukan reservasi. Fitur ini dirancang untuk mengintegrasikan kecerdasan buatan ke dalam kegiatan harian pengguna secara seamless.
Langkah OpenAI ini dipandang sebagai manuver strategis untuk menantang dominasi Google Chrome, yang menjadi salah satu pilar utama dalam bisnis periklanan Alphabet. Chrome dikenal memberikan akses data pengguna dalam jumlah besar, yang menjadi kunci dalam strategi penargetan iklan Google.
Namun, alih-alih mengambil jalan pintas dengan membuat plugin untuk browser yang sudah ada, OpenAI memilih membangun peramban ini dari nol. Tujuannya adalah untuk mendapatkan kontrol penuh atas data dan memberikan pengalaman AI yang lebih kaya serta terintegrasi.
Jika browser ini mampu menarik sebagian dari 500 juta pengguna aktif mingguan ChatGPT, potensi gangguan terhadap dominasi Google bisa sangat signifikan. OpenAI dapat memberikan tekanan besar terhadap salah satu komponen utama aliran pendapatan iklan Google.
Selain menawarkan kecanggihan teknologi, OpenAI juga menekankan pentingnya privasi dan keamanan data. Browser ini dirancang dengan fitur-fitur seperti deteksi ancaman otomatis, kontrol privasi berbasis AI, serta perlindungan terhadap pelacakan digital. Fitur-fitur tersebut menjadi nilai tambah di tengah kekhawatiran publik terhadap penyalahgunaan data pribadi.
Menurut laporan yang sama, browser berbasis AI ini diperkirakan akan diluncurkan dalam beberapa minggu ke depan. Meski tanggal resminya belum diumumkan, sejumlah pengamat teknologi telah mulai memperkirakan dampaknya terhadap lanskap perambanan internet global. Peluncuran ini menandai babak baru dalam persaingan teknologi, di mana kecerdasan buatan tidak lagi sekadar fitur tambahan, melainkan menjadi inti dari pengalaman pengguna. (Boby)