Perayaan Natal di SMATAG Surabaya Angkat Pesan Kasih, Damai, dan Toleransi

  • 13 Januari 2026
  • 1902

Perayaan Natal menjadi momentum reflektif atas kelahiran Yesus Kristus yang membawa pesan kasih, terang, dan damai bagi umat manusia. Semangat tersebut tercermin dalam Perayaan Natal Tahun 2026 yang diselenggarakan SMA 17 Agustus 1945 (SMATAG) Surabaya dengan mengusung tema “Membawa Kasih dan Damai Kristus”.


Kegiatan perayaan Natal berlangsung di Auditorium SMATAG Surabaya pada 9 Januari 2026 dan diikuti oleh siswa Kristen Katolik serta Kristen Protestan. Acara ini didampingi oleh guru pembina Magdalena Dalima, S.Ag. dan Kristiani Yanti Kana, S.Th., S.S., S.Pd., M.Pd. Meski dilaksanakan secara sederhana, rangkaian kegiatan tetap berlangsung khidmat dan bermakna.


Kepala Sekolah SMATAG Surabaya, Drs. M. Ecep Sudrajat, M.M., dalam sambutannya menyampaikan bahwa Natal merupakan momen penting untuk menumbuhkan rasa syukur sekaligus kepedulian terhadap sesama. Ia menegaskan bahwa perayaan Natal tahun ini dilaksanakan dengan penuh empati, khususnya terhadap masyarakat di sejumlah wilayah Sumatera yang masih merasakan dampak bencana.


“Perayaan ini kita laksanakan secara sederhana sebagai bentuk empati kepada saudara-saudara kita di Sumatera yang hingga kini masih merasakan dampak bencana,” ujarnya (9/1)


Ia berharap, perayaan Natal dapat menjadi sumber semangat bagi para siswa untuk menjalani kehidupan dengan lebih baik, terutama dalam proses belajar dan upaya meraih prestasi. Menurutnya, Natal tidak hanya dimaknai sebagai peringatan keagamaan semata, tetapi juga sebagai pengingat untuk terus berjuang membangun masa depan yang lebih baik.


Selain itu, Ecep juga menekankan pentingnya sikap saling menghormati di tengah keberagaman. Indonesia sebagai bangsa yang majemuk menuntut setiap individu untuk mampu hidup berdampingan secara rukun tanpa memandang perbedaan agama, budaya, ras, maupun suku.


“Kita hidup di tengah perbedaan. Karena itu, sikap saling menghormati, menghargai, dan bertoleransi harus terus dijaga dalam kehidupan sehari-hari,” tegasnya.


Kegiatan dilanjutkan dengan ibadah Natal yang berlangsung dalam suasana khusyuk. Ibadah dipimpin oleh pendeta melalui rangkaian doa, pujian, serta penyampaian firman Tuhan yang mengajak seluruh peserta untuk merenungkan makna kelahiran Yesus Kristus sebagai wujud kasih Allah bagi umat manusia. Pesan ibadah menekankan pentingnya hidup dalam kasih, pengampunan, dan damai, sebagaimana teladan Yesus Kristus.


Bagian inti dalam perayaan Natal tersebut adalah malam Roh Kudus yang ditandai dengan prosesi doa penyalaan lilin. Prosesi ini dipimpin oleh Kristiani Yanti Kana, S.Th., S.S., S.Pd., M.Pd. Penyalaan lilin dimaknai sebagai simbol kehadiran terang Kristus yang diharapkan mampu menerangi kehidupan setiap pribadi sekaligus menguatkan iman para peserta untuk hidup sesuai nilai-nilai Kristiani.


Dalam suasana hening dan penuh perenungan, para siswa mengikuti doa bersama sebagai bentuk penyerahan diri serta ungkapan syukur atas kasih Tuhan. Momen ini menjadi ruang refleksi bagi peserta untuk memperbarui komitmen iman dan mengimplementasikan nilai kasih serta damai dalam kehidupan sehari-hari.


Rangkaian perayaan Natal ditutup dengan kegiatan tukar kado antar siswa yang berlangsung penuh sukacita. Kegiatan ini menjadi simbol kebersamaan, kepedulian, dan sukacita Natal yang dibagikan satu sama lain. Melalui momen tersebut, peserta diajak untuk menumbuhkan semangat berbagi sekaligus mempererat relasi antarsesama. (Boby) 



https://untag-sby.ac.id
https://www.untag-sby.ac.id

\