Siswi SMATAG Surabaya Tembus Top 5 Srikandi Remaja Indonesia 2026

  • 30 Januari 2026
  • 2256

Semangat untuk mengenal dunia yang lebih luas dan mengembangkan potensi diri mengantarkan siswi SMA 17 Agustus 1945 (SMATAG) Surabaya, Almaira Oktaviasari Afandi, kelas X-3, meraih prestasi membanggakan di tingkat nasional. Almaira berhasil menembus jajaran 5 Besar (Top 5) Srikandi Remaja Indonesia 2026, sebuah ajang pengembangan diri bagi remaja putri dari berbagai daerah di Indonesia.


Ketertarikan Almaira mengikuti ajang Srikandi Remaja Indonesia berawal dari cerita temannya yang merupakan alumni SMATAG Surabaya sekaligus pemenang Srikandi Remaja Indonesia 2024. Cerita tersebut mendorong Almaira untuk berani melangkah keluar dari zona nyaman dan mencoba pengalaman baru di tingkat yang lebih luas.


“Saya ingin tahu dunia yang lebih luas, tidak hanya di Jawa Timur, tapi juga nasional bahkan internasional,” ujar Almaira (26/1)


Selain dorongan dari lingkungan terdekat, Almaira juga mengaku terinspirasi oleh sosok Firsta Yufi Amarta Putri, mahasiswi Magister Manajemen Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya yang terpilih sebagai Puteri Indonesia 2025. Sosok tersebut menjadi motivasi baginya untuk terus belajar, berani tampil, dan membawa nama daerah dengan penuh percaya diri.


“Saya terinspirasi dari Kak Firsta mahasiswa Untag Surabaya. Saya melihat dia sangat keren. Dari situ saya jadi lebih termotivasi untuk berani mencoba dan berkembang,” tegasnya

 

Sebelum melangkah ke tingkat nasional, Almaira terlebih dahulu mengikuti seleksi tingkat Jawa Timur dan berhasil meraih Runner Up 3. Dari hasil tersebut, ia dipercaya menjadi perwakilan Jawa Timur di ajang nasional yang diikuti oleh lebih dari 30 peserta dari berbagai provinsi di Indonesia. Kegiatan tingkat nasional tersebut berlangsung selama tiga hari, pada 8–10 Januari 2026.

 

Selama masa karantina, para peserta mengikuti berbagai rangkaian kegiatan, mulai dari pembekalan, seremoni, peragaan busana, sesi pemotretan, wawancara, hingga malam puncak grand final.

 

“Hari pertama diisi pembekalan, seremoni, dan peragaan lima busana. Hari kedua photoshoot dan wawancara, lalu hari terakhir grand final dengan opening dance dan sesi tanya jawab bersama juri,” jelas Almaira.


Ketertarikan Almaira pada dunia modeling sejatinya telah tumbuh sejak duduk di bangku kelas 4 sekolah dasar. Awalnya, kegiatan tersebut hanya ia jalani sebagai sarana mencoba hal baru, namun perlahan menjadi media untuk melatih rasa percaya diri.

 

“Dulu saya termasuk pemalu. Saya mencoba masuk modeling supaya lebih percaya diri dan bisa belajar dari banyak orang yang berprestasi,” imbuh siswa SMATAG tersebut

 

Dalam perjalanannya, Almaira mengaku mendapat dukungan penuh dari keluarga dan pihak sekolah. Dukungan tersebut meliputi motivasi, pendampingan, hingga pembiayaan selama mengikuti ajang Srikandi Remaja Indonesia.

 

“Saya sangat didukung oleh keluarga dan sekolah. Dari sisi motivasi sampai pembiayaan juga disupport,” tutup Almaira

 

Ke depan, Almaira berencana terus mengembangkan potensi diri, termasuk mempelajari budaya dan bahasa Surabaya sebagai persiapan mengikuti ajang Cak Ning Surabaya. Meski aktif menorehkan prestasi nonakademik, ia tetap berkomitmen untuk menjaga keseimbangan dengan pendidikan formal. (Boby)


https://untag-sby.ac.id
https://www.untag-sby.ac.id

\