Sekolah Menengah Atas 17 Agustus 1945 (SMATAG) Surabaya bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Timur dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Surabaya menyelenggarakan Aksi Nasional Pencegahan Penyalahgunaan Obat-Obatan Tertentu (OOT) pada Rabu, (6/5/26), di Aula SMATAG Surabaya.
Sekitar 50 siswa SMATAG Surabaya mengikuti penyuluhan tersebut. Kegiatan ini menghadirkan pemateri dari BNNP Jawa Timur dan BPOM Surabaya untuk memberikan edukasi terkait risiko penyalahgunaan OOT di kalangan remaja.
Kepala SMATAG Surabaya, Drs. M. Ecep Sudrajat, M.M., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin sekolah yang dilaksanakan setiap tahun sebagai bentuk upaya pencegahan penyalahgunaan obat di lingkungan pelajar.
“Ini adalah kegiatan rutin SMATAG Surabaya tiap tahunnya. Jadi kami selalu melakukan pengecekan pada siswa tiap bulan September untuk memastikan siswa tetap aman. Harapan saya perwakilan siswa dari OSIS dan kelas XI di sini dapat membagikan materi yang didapat hari ini kepada teman-teman lainnya di kelas,” ujarnya (6/5)
Materi pertama disampaikan oleh pihak BPOM Surabaya, Nurul Kholidiyah, S.Farm., Apt. yang membahas pengertian Obat-Obatan Tertentu, bahaya penyalahgunaan, ancaman yang ditimbulkan, hingga cara mencegah penyalahgunaan obat-obatan tertentu.
Selanjutnya, materi kedua disampaikan oleh Suyud Puguh Sunoto, S.Psi., M.Si. dari BNNP Jawa Timur. Ia menjelaskan bahwa penyalahgunaan OOT menjadi persoalan serius karena banyak kasus bermula dari penggunaan obat tertentu yang dijual bebas tanpa pengawasan.
“OOT ini penting sekali, karena banyak sekali permasalahan penyalahgunaan yang bermula dari penggunaan obat tertentu yang terjual bebas di luar sana. Ini tidak dilarang, tapi kalau disalahgunakan menjadikan efek yang sangat merugikan terutama remaja, karena tingkat penasaran mereka tinggi akhirnya jadi coba-coba,” jelasnya.
Obat-obatan tertentu sejatinya diperuntukkan bagi pasien yang membutuhkan dan harus digunakan sesuai resep dokter. Namun, apabila disalahgunakan, obat tersebut dapat menimbulkan dampak kesehatan serius, termasuk gangguan mental.
“Beberapa obat yang kerap disalahgunakan remaja di antaranya obat batuk yang mengandung dekstrometorfan serta obat flu yang dijual bebas di warung. Oleh karena itu, BNNP Jawa Timur bersama BPOM terus melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah guna meningkatkan kesadaran pelajar terhadap bahaya penyalahgunaan obat,” tuturnya
Salah satu peserta, Aprillicia Frisca Dewi dari kelas XI-2, mengaku mendapatkan wawasan baru dari kegiatan tersebut.
“Materi hari ini sangat bermanfaat sekali bagi saya. Yang saya kira OOT cuma narkoba, ternyata ada juga obat batuk dan obat penenang yang dapat disalahgunakan dan berdampak pada kesehatan,” tutupnya
Usai mengikuti penyuluhan, SMATAG Surabaya berharap para siswa semakin memahami bahaya penyalahgunaan obat-obatan tertentu serta mampu menjadi agen edukasi bagi teman-teman di lingkungan sekolah. (Dini)