SMPTAG Surabaya Benchmarking ke Singapura dan Malaysia

  • 04 Desember 2025
  • 2879

SMP 17 Agustus 1945 (SMPTAG) Surabaya semakin memperkuat langkahnya menuju sekolah berstandar internasional melalui program benchmarking ke sekolah-sekolah luar negeri. Program ini menjadi sarana bagi SMPTAG untuk mempelajari praktik terbaik, budaya sekolah, dan manajemen pendidikan yang terbukti efektif, sekaligus menjadi inspirasi untuk mengembangkan kualitas pendidikan di tingkat global.


Kegiatan Singapore and Malaysia School Benchmarking berlangsung pada 13–16 November 2025 dan diikuti puluhan kepala sekolah se-Jawa Timur. Selama tiga hari, rombongan SMPTAG menelusuri langsung praktik sekolah luar negeri untuk memahami bagaimana institusi pendidikan membangun kualitas dan identitas berstandar internasional.


Wakil Kepala Sekolah SMPTAG Surabaya, Aditya Yoastara, S.Pd, menjelaskan bahwa tujuan utama benchmarking ini adalah memperoleh wawasan yang bisa diterapkan di sekolah. 


“Kami ingin membandingkan, melihat, dan meniru praktik baik di sekolah luar negeri, khususnya Singapura dan Malaysia. Bagaimana mereka menerapkan manajemen sekolah, kualitas pengajar, hingga fasilitas yang mendukung label internasional,” ujarnya (26/11)


Keikutsertaan SMPTAG dalam kegiatan ini juga sejalan dengan visi besar Yayasan 17 Agustus 1945 (YPTA) Surabaya, yang memiliki rencana jangka panjang hingga 2035 dan 2045. Salah satu target utama yayasan adalah menjadikan sekolah-sekolah di bawah naungannya berskala internasional.


“YPTA Surabaya telah memiliki rencana jangka panjang hingga 2035 dan 2045. Salah satu targetnya adalah menjadikan sekolah-sekolah kami berskala internasional, termasuk penggunaan bahasa Inggris sebagai penguatan kompetensi,” tambahnya.


Selama kunjungan di Malaysia, rombongan SMPTAG mempelajari sistem pendidikan di Rafflesia International School Malaysia, yang menaungi jenjang elementary, middle level, hingga international school. Para board members dan kepala sekolah Rafflesia menyambut hangat, memaparkan berbagai aspek pengelolaan sekolah serta strategi yang mendukung kualitas pendidikan bertaraf internasional.


Peserta benchmarking menelusuri ruang kelas, mengamati sistem pembelajaran, dan melihat fasilitas yang telah disesuaikan dengan standar Cambridge dan IGCSE. Beberapa hal yang menjadi perhatian SMPTAG antara lain penerapan disiplin positif tanpa hukuman fisik, penguatan kompetensi guru dengan dukungan kemampuan bahasa Inggris, serta pengelolaan fasilitas modern berbasis teknologi. 


Rombongan juga mengamati bagaimana sekolah membangun jaringan kerja sama erat dengan orang tua, pemerintah, dan berbagai institusi lain untuk mendorong prestasi dan memperluas dampak pendidikan.


“Fasilitas mereka luar biasa. Meski kita tidak harus sama persis, tapi banyak hal yang bisa kita adaptasi. Mulai dari penataan kelas, pemanfaatan teknologi, hingga pola komunikasi dengan orang tua,” jelas Aditya.


Benchmarking ini diikuti sekitar 70 kepala sekolah dari berbagai SMP di Jawa Timur, dan SMPTAG menjadi salah satu institusi dengan delegasi terbanyak. Tujuh perwakilan hadir, mulai dari Kepala Sekolah Dra. Hj. Wiwik Wahyuningsih, M.M., Wakil Kepala Sekolah Aditya Yoastara, S.Pd, hingga guru-guru seperti H. Nurul Huda, S.Ag., M.Pd., Arif Budi Irawan, S.Pd., Drs. Ec. Erlyan Adrianto, S.Pd., Girindra Wiryawan, S.M., dan Ida Nursanti, S.Pd. 


Kehadiran mereka bukan hanya sebagai peserta, tetapi juga sebagai bagian dari proses berbagi gagasan dan memperkuat kolaborasi antar-sekolah dalam pengembangan kurikulum dan inovasi pendidikan.


Dari studi tiru ini, SMPTAG membawa pulang berbagai pembelajaran penting yang akan diimplementasikan, mulai dari peningkatan kompetensi guru, penguatan pembelajaran berbasis bahasa Inggris, adaptasi metode Cambridge, hingga perbaikan dan pengayaan fasilitas belajar. Semua ini menjadi langkah strategis untuk mendekatkan sekolah pada pendidikan bertaraf internasional.


“Setidaknya kita ingin menjadi sekolah yang mampu bersaing di level internasional. Benchmarking ini membuka wawasan bahwa kita bisa bergerak ke arah itu, meski langkahnya bertahap,” tutup Aditya.


SMPTAG Surabaya optimis langkah-langkah yang diambil ini akan semakin meningkatkan mutu pendidikan, sekaligus mewujudkan cita-cita YPTA Surabaya menjadikan sekolah ini dikenal hingga mancanegara. (Boby)


https://untag-sby.ac.id
https://www.untag-sby.ac.id

\