Tembus Hibah Eurasia Foundation, FIB Untag Surabaya Gaungkan Perdamaian Dunia

  • 05 Maret 2026
  • 139

Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Untag Surabaya menggelar Eurasia International Lecture pada (3/3/26) di Auditorium Lt. 6 Gedung R.Ing. Soekonjono Untag Surabaya. Forum akademik berskala internasional ini menjadi momentum istimewa karena untuk pertama kalinya Untag Surabaya menerima hibah dari Eurasia Foundation pada tahun akademik 2025/2026.


Mengusung tema “Formation of the Character of the Young Generation Who Love World Peace Through Cross-Cultural Understanding”, kegiatan ini dirancang dalam format serial lecture yang berlangsung dalam beberapa sesi. Hari pertama menghadirkan Prof. Loch Leaksmy dari Eurasia Foundation, Dr. Roni, M.Hum. dari Universitas Negeri Surabaya (UNESA), serta Drs. Cuk Yuana, M.Hum., dosen Sastra Jepang Untag Surabaya.


Ketua Pelaksana, Drs. Cuk Yuana, M.Hum., menyampaikan bahwa hibah tersebut diperoleh melalui proses panjang.


“Memulai sebuah hubungan kerja sama tidak semudah yang dibayangkan. Ketika kerja sama itu sudah terjalin dan menghasilkan sesuatu yang baik, maka harus dipertahankan. Hibah dari Eurasia Foundation ini bukan hal yang mudah diperoleh, dan patut kita syukuri karena ini pertama kali diterima Untag Surabaya,” jelasnya (3/3)


Hibah ini difokuskan untuk mahasiswa sebagai sasaran utama program. Secara keseluruhan, rangkaian kegiatan menghadirkan 15 pemateri dari dalam dan luar negeri yang membahas pembentukan karakter generasi muda serta isu perdamaian global.


Dalam sesi perdana, Prof. Loch Leaksmy membawakan materi mengenai kondisi global dengan menyoroti sejumlah poin Sustainable Development Goals (SDGs) yang menjadi agenda Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), seperti pengentasan kemiskinan, pendidikan berkualitas, dan keberlanjutan lingkungan. Ia menekankan bahwa pencapaian target tersebut memerlukan keterlibatan generasi muda yang berkarakter tangguh dan memiliki kepedulian sosial.


Prof. Loch juga membagikan pengalaman hidupnya di Kamboja yang diwarnai keterbatasan ekonomi dan tantangan sosial. Menurutnya, kemiskinan dan minimnya akses pendidikan masih menjadi persoalan nyata di berbagai belahan dunia, namun kondisi tersebut tidak boleh melahirkan sikap menyerah.


“Sebagai orang yang berasal dari kekurangan ekonomi, saya memiliki keyakinan untuk selalu belajar dan menjadi lebih baik,” ujarnya.


Ia menegaskan bahwa pembangunan global pada akhirnya berakar pada sikap individu. Fokus pada solusi serta menjaga semangat belajar menjadi fondasi untuk bertahan dan berkembang di tengah kesulitan. Pesan tersebut memperkuat pentingnya pembentukan karakter generasi muda dalam mewujudkan target pembangunan global.


Kegiatan ini tidak sekadar menjadi forum akademik, tetapi juga ruang refleksi atas dinamika global, sekaligus menegaskan komitmen FIB Untag Surabaya melalui dukungan hibah Eurasia Foundation dalam membentuk generasi muda berkarakter yang menjunjung perdamaian dunia dan memperkuat kolaborasi akademik lintas negara, dengan rangkaian kegiatan yang masih berlanjut hingga 6 Maret 2026. (Dini)


https://untag-sby.ac.id
https://www.untag-sby.ac.id