Tim SKY TAG SMPTAG Tembus Final Turnamen Mobile Legends

  • 15 Januari 2026
  • 1962

Bermain gim tak selalu identik dengan hiburan semata. Dengan pendampingan yang tepat, gim justru dapat menjadi sarana pembentukan karakter, penguatan mental, dan sportivitas siswa. Pendekatan ini ditunjukkan SMP 17 Agustus 1945 (SMPTAG) Surabaya saat mendampingi tim esports sekolah, SKY TAG, dalam turnamen Mobile Legends tingkat Kota Surabaya.


Turnamen tersebut digelar di Tunjungan Plaza, Surabaya, pada 8 - 9 Januari 2026. Dalam ajang itu, tim SKY TAG berhasil melaju hingga babak final sebagai salah satu finalis. Sebelumnya, SMPTAG juga meraih Juara 3 tingkat wilayah pada babak penyisihan, yang mengantarkan tim tampil di panggung utama kompetisi.


Kepala Urusan Kurikulum SMPTAG Surabaya, Arif Budi Irawan, S.Pd., yang sekaligus bertindak sebagai pelatih tim, menjelaskan bahwa keikutsertaan sekolah tidak lepas dari Program Teacher Ambassador yang diinisiasi Moonton Indonesia, pengembang gim Mobile Legends.


Menurut Arif, program tersebut mengusung konsep Mabar Sehat, yakni bermain gim secara sehat, beretika, dan berkarakter. Melalui pendekatan ini, sekolah didorong terlibat aktif mendampingi siswa agar menjunjung sportivitas, menjaga kesopanan, serta menghindari ujaran kasar dan perilaku negatif saat bermain gim.


“Undangan Program Teacher Ambassador disampaikan melalui Dinas Pendidikan Kota Surabaya, dan SMPTAG Surabaya terpilih sebagai salah satu sekolah peserta,” ujar Arif, Selasa (13/1).


Ia menambahkan, dari ratusan sekolah yang terlibat, hanya sekitar 100 guru yang terpilih pada batch kedua sebagai Teacher Ambassador. Sekolah yang memiliki Teacher Ambassador juga memperoleh akses mengikuti turnamen resmi tanpa pendaftaran umum, karena telah masuk dalam kuota penyelenggara.


Pada tahap seleksi wilayah, turnamen dibagi ke beberapa zona. SMPTAG Surabaya tergabung di Wilayah F dan berhasil finis di posisi ketiga, sehingga lolos bersama tiga tim lain ke Grand Tournament Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) di Tunjungan Plaza.


Di babak utama, sebanyak 36 tim SMP berlaga, mayoritas berasal dari Surabaya serta beberapa undangan dari luar daerah. Meski harus mengakui keunggulan lawan pada pertandingan awal dan belum melaju lebih jauh, pengalaman tampil di main stage dengan disaksikan ribuan penonton serta siaran langsung menjadi catatan berharga bagi siswa.


Arif menilai, tampil di panggung besar menjadi ujian mental sekaligus pembelajaran nyata bagi peserta didik.


“Anak-anak bermain di main stage, ditonton langsung banyak orang dan live streaming dengan lebih dari seribu penonton. Ini pengalaman langka sekaligus latihan mental,” ujarnya.


Salah satu anggota tim, Muhammad Galang Borneo Sunu Handaru, siswa kelas IX C, mengaku bangga dapat mewakili sekolah hingga tingkat kota. Ia menyebut suasana pertandingan offline di panggung utama memberikan tekanan tersendiri.


“Deg-degan sekali, apalagi tahu pertandingan disiarkan langsung dan ditonton lebih dari seribu orang,” kata Galang.


Meski belum meraih gelar juara, Galang menilai pengalaman tersebut menjadi motivasi untuk terus berlatih dan mempersiapkan diri menghadapi kompetisi selanjutnya.


Partisipasi SMPTAG Surabaya dalam ajang ini menegaskan komitmen sekolah dalam mendukung pengembangan minat dan bakat siswa di bidang esports melalui pendampingan guru, pendekatan edukatif, serta penanaman nilai karakter dan sportivitas, tanpa mengesampingkan proses pembelajaran di kelas. (Boby)


https://untag-sby.ac.id
https://www.untag-sby.ac.id

\