Umat Islam Bali Dihimbau Salat Tarawih di Rumah Saja, Kenapa?

  • 15 Maret 2024
  • 552

Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Bali mencetuskan seruan bersama terkait hari Raya Nyepi dan Ramadhan di tengah kerukunan umat beragama, selasa (5/3/24).


Dalam menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Baru Caka 1946, FKUB Bali merilis seruan bersama yang menyoroti pelaksanaan Hari Raya Nyepi yang jatuh pada Senin, 11/3/2024. Pada hari yang sama, diperkirakan juga dimulainya puasa Ramadan 1445.


Dilansir dari detikBali, Ketua FKUB Provinsi Bali, Ida Penglingsir Agung Putra Sukahet, mengajak umat Muslim di Bali untuk melaksanakan salat tarawih di masjid terdekat atau di rumah masing-masing selama Hari Raya Nyepi berlangsung. Seruan ini menekankan pentingnya menjalankan ibadah dengan penuh kebijaksanaan, termasuk penggunaan lampu terbatas dan tanpa pengeras suara.


Sukahet menegaskan seruannya kepada umat Muslim Bali, sementara juga mengajak majelis agama, lembaga sosial keagamaan, dan instansi terkait untuk menyosialisasikan pesan tersebut ke seluruh umat beragama di Bali.


“Seluruh masyarakat diharapkan mematuhi seruan bersama ini,” kata Ketua FKUB Provinsi Bali


Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Bali, Ismoyo Soemarlan, telah menyebarkan informasi mengenai seruan FKUB terkait perayaan Hari Raya Nyepi. Ismoyo mengonfirmasi bahwa surat seruan tersebut telah diarahkan kepada berbagai organisasi masyarakat (ormas) dan MUI di berbagai kabupaten/kota.


MUI menyesuaikan aturan pelaksanaan salat tarawih di masjid dengan ketentuan dari desa adat setempat. Meskipun demikian, MUI memberikan imbauan agar umat Islam lebih memilih salat tarawih di rumah masing-masing saat Hari Raya Nyepi berlangsung. Ismoyo menekankan koordinasi dengan desa setempat dan menghindari perlawanan terhadap aturan yang berlaku.


Tahun ini, MUI memfokuskan upaya komunikasi dengan masyarakat dan aparat desa untuk mencegah terulangnya kejadian seperti di Sumber Klampok, Buleleng, pada tahun lalu.


“Kalau kami koordinasi dengan daerah setempat, sebenarnya Sumber Klampok itu sudah (disosialisasikan). Tapi sepertinya ada miskomunikasi itu yang harus diperbaiki lagi,” imbuh Ismoyo (Boby)



https://untag-sby.ac.id
https://www.untag-sby.ac.id