YouTube Umumkan Aturan Baru: Video Tanpa Nilai Tambah Tak Bisa Cuan

  • 16 Juli 2025
  • 1309

YouTube resmi memberlakukan kebijakan baru monetisasi mulai Selasa (15/7/25). Aturan ini membuat kreator dengan konten slideshow atau reupload tanpa modifikasi signifikan terancam tak lagi bisa mendapat penghasilan.


Dilansir dari Kompas.com, YouTube menyebutkan bahwa jenis video yang tidak dapat dimonetisasi adalah konten tidak otentik (inauthentic content).


Konten semacam ini mencakup:

1. Slideshow gambar atau teks berjalan yang hampir tidak memiliki narasi, komentar, atau nilai edukatif.

2. Video reupload klip acara TV, film, atau milik kreator lain tanpa perubahan berarti.

3. Kanal dengan narasi berulang, yakni cerita yang sama diulang dengan variasi sangat minim antar-video.

4. Video reaksi non-verbal yang tidak menambahkan komentar atau penjelasan apapun.

5. Kompilasi lagu yang hanya diubah kecepatan atau nadanya tanpa modifikasi lain.

6. Video dari platform lain yang diunggah ulang massal tanpa tambahan cerita atau komentar.

7. Konten massal dengan template sama, di mana pola pembuatan video hampir serupa di banyak unggahan.

8. Promosi atau unggahan ulang konten pihak lain tanpa menambahkan nilai baru.


Kebijakan ini berlaku untuk keseluruhan kanal. Jika sebuah channel dianggap melanggar pedoman ini secara masif, maka seluruh video di dalamnya bisa dicabut monetisasinya oleh YouTube.


Meski demikian, YouTube juga merinci jenis konten yang masih dapat dimonetisasi, yaitu:

1. Video ulasan, reaksi, atau komentar terhadap konten orang lain.

2. Cuplikan turnamen olahraga dengan narasi strategi atau pergerakan pemain.

3. Video dengan intro dan outro sama tetapi isi kontennya berbeda tiap episode.

4. Kompilasi klip yang diberi alur cerita dan opini pribadi.

5. Remix lagu atau video Shorts dengan kombinasi audio atau visual orisinal.

6. Video reuse yang sudah diedit signifikan, baik dari segi visual, audio, maupun alur cerita.

7. Video di mana kreator menjelaskan bagaimana mereka menambahkan konten baru.


Terkait konten berbasis AI, YouTube menegaskan masih memperbolehkannya selama tidak melanggar pedoman lain, menyesatkan penonton, atau meniru video asli tanpa izin. Video deepfake, trailer palsu, dan hasil AI yang hanya mendaur ulang sumber lain tetap berpotensi dibatasi monetisasinya.


YouTube menjelaskan bahwa aturan baru ini berbeda dengan kebijakan hak cipta. Konten yang memiliki izin sekalipun dapat dicabut monetisasinya bila tidak menunjukkan modifikasi atau kreativitas substansial. Tujuannya agar penonton memperoleh tayangan berkualitas dan kreator yang serius membuat karya orisinal tetap mendapat imbalan setimpal. 


Selain itu langkah ini juga diambil karena penonton datang untuk melihat konten menarik, bukan hanya tayangan yang sama berulang kali. Kanal dengan konten repetitif atau daur ulang tanpa nilai baru justru membuat penonton frustrasi dan dapat meninggalkan platform. 


Dengan kebijakan ini, YouTube berharap dapat menekan penyalahgunaan monetisasi oleh akun-akun yang hanya menumpang cuan tanpa kreativitas, serta memberi ruang lebih bagi kreator yang menghadirkan karya orisinal dan edukatif di setiap videonya. (Gisela) 



https://untag-sby.ac.id
https://www.untag-sby.ac.id

\