Alumni Arsitektur Untag Berkarier di Thailand Beri Pesan Wisuda

  • 20 Februari 2026
  • 55

Alumni Program Studi Arsitektur Untag Surabaya tahun 2016, Hanny Chandra Pratama, S.T., M.Arch., hadir di tengah ribuan Wisudawan ke-132 Untag Surabaya untuk membagikan perjalanan hidupnya dari Kota Sidoarjo hingga berkarier di Thailand sebagai dosen di King Mongkut’s Institute of Technology Ladkrabang.


Kemampuan bertahan dan beradaptasi menjadi pesan utama yang ditekankan. Kunci menembus panggung global, menurutnya, bukan semata soal gelar atau label sukses, melainkan daya tahan menghadapi proses panjang dan ketidakpastian. Banyak orang terjebak pada ambisi besar tanpa menyiapkan mental untuk bertahan, padahal dunia kerja dan akademik internasional menuntut kemampuan adaptasi tinggi.


Perubahan regulasi, perbedaan budaya, hingga dinamika ekonomi global merupakan realitas yang harus dihadapi, bukan dihindari. Kesiapan menghadapi berbagai perubahan tersebut, menurutnya, menjadi bagian penting dari proses bertahan dan berkembang di lingkungan global.


“Jangan terjebak pada kata sukses. Fokuslah pada bagaimana kita bisa bertahan dan terus berkembang dalam setiap situasi,” tegasnya (15/2)


Pengalaman merintis karier di luar negeri tidak selalu berjalan mulus. Kendala bahasa, perbedaan sistem pendidikan, hingga tekanan profesional menjadi tantangan tersendiri. Situasi pandemi bahkan memperbesar ketidakpastian dan menuntut ketahanan mental yang lebih kuat.


“Di masa sulit, kita diuji bukan hanya secara finansial, tetapi juga secara mental. Di situlah karakter benar-benar terbentuk,” ungkapnya.


Bagi Hanny, bertahan bukan berarti pasif. Survive berarti tetap bergerak, terus belajar, dan mampu membaca peluang di tengah keterbatasan. Sikap adaptif juga menuntut kesiapan keluar dari zona nyaman serta memahami konteks baru yang dihadapi.


“Ketika kita masuk ke lingkungan baru, kita tidak bisa memaksakan cara kita. Kita harus belajar memahami sistem, budaya, dan ritme yang berbeda,” jelasnya.


Kompetisi global saat ini tidak lagi hanya berbicara tentang kecerdasan akademik, tetapi juga ketahanan mental dan fleksibilitas. Individu yang mampu menyesuaikan diri dengan cepat akan lebih siap menghadapi perkembangan teknologi, perubahan industri, serta dinamika sosial yang terus berkembang.


“Saya yakin juga ada beberapa orang di sini yang akan sukses, tetapi pada kenyataannya tidak semua orang bisa sukses. Jadi, siapkah kalian untuk bersaing. Persaingan kalian dimulai dari sekarang” tutupnya. (Dini)


https://untag-sby.ac.id
https://www.untag-sby.ac.id

\