Banyak Orang Puasa, Tapi Sedikit yang Bertakwa?

  • 04 Maret 2026
  • 83

Setiap memasuki bulan Ramadan, umat Islam diwajibkan melaksanakan ibadah puasa. Puasa secara bahasa berarti menahan. Dalam istilah syariat, puasa adalah menahan diri secara sempurna dari segala sesuatu yang membatalkannya, sejak terbit fajar hingga terbenam matahari, dengan niat karena Allah SWT. Namun, apakah puasa yang kita jalani setiap tahun benar-benar telah mengantarkan kita pada derajat ketakwaan?


Tiga Aspek Penting dalam Puasa


Dalam ibadah puasa terdapat tiga aspek utama. Pertama, al-imsaku zahiran ‘anil muftirat, yaitu menahan diri secara lahiriah dari hal-hal yang membatalkan puasa seperti makan, minum, dan hubungan suami istri. Ini adalah aspek jasmani yang terlihat secara fisik.


Kedua, niyyatul qalbiyah, yaitu niat yang tertanam dalam hati. Niat ini bukan sekadar formalitas, tetapi kesungguhan untuk menahan hawa nafsu, meningkatkan iman, dan menjauhkan diri dari perbuatan dosa.


Ketiga, pelaksanaannya memiliki batas waktu yang telah ditentukan oleh syariat, yaitu sejak fajar hingga magrib. Artinya, puasa adalah ibadah yang disiplin dan teratur sesuai aturan Allah SWT.


Dalil Al-Qur’an tentang Kewajiban Puasa


Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 183:


Ya ayyuhalladzina amanu kutiba ‘alaikumush-shiyamu kama kutiba ‘alalladzina min qablikum la‘allakum tattaqun.


Artinya:

“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”


Kata kutiba menunjukkan kewajiban yang tegas. Sementara tujuan utamanya ditegaskan dalam kalimat la‘allakum tattaqun, agar kamu bertakwa. Artinya, Ramadan bukan sekadar rutinitas tahunan, tetapi momentum transformasi diri menuju pribadi yang lebih bertakwa.


Puasa sebagai Pilar Islam


Dalam hadis riwayat Abdullah bin Umar r.a., Rasulullah SAW bersabda:


Buniyal Islam ‘ala khamsin: syahadati an la ilaha illallah wa anna Muhammadan rasulullah, wa iqamis shalah, wa ita’iz zakah, wa hajjil bait, wa shaumi Ramadhan.


Artinya:

“Islam dibangun atas lima perkara: bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan salat, menunaikan zakat, berhaji, dan berpuasa di bulan Ramadan.”


Hadis ini menegaskan bahwa puasa merupakan fondasi utama Islam. Jika ingin menyempurnakan keislaman, maka puasa Ramadan harus dilaksanakan dengan sungguh-sungguh.


Keistimewaan Puasa di Sisi Allah


Dalam hadis qudsi yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah r.a., Rasulullah SAW bersabda:

Qala Rasulullah SAW, qala Allahu ‘azza wa jalla: kullu ‘amali ibni adam lahu illash-shaum, fa innahu li wa ana ajzi bih.


Artinya:

“Setiap amal anak Adam adalah untuknya, kecuali puasa. Sesungguhnya puasa itu untuk-Ku dan Aku sendiri yang akan membalasnya.”


Puasa adalah ibadah yang sangat privat. Orang lain tidak mengetahui secara pasti apakah seseorang benar-benar berpuasa atau tidak. Hanya Allah yang mengetahui dengan pasti. Karena itu, puasa memiliki kedudukan istimewa di sisi-Nya.


Puasa sebagai Tameng dan Penghapus Dosa


Rasulullah SAW juga bersabda:

Ash-shiyamu junnah, yang artinya puasa adalah tameng atau perisai. Puasa menjadi pelindung dari api neraka dan dari perbuatan maksiat.


Dalam hadis lain disebutkan:

Man shama Ramadhana imanan wahtisaban ghufira lahu ma taqaddama min dzambih.


Artinya:

“Barang siapa berpuasa Ramadan dengan iman dan mengharap pahala, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”


Inilah dasar mengapa setelah Ramadan, kita berharap kembali kepada fitrah, seperti bayi yang baru dilahirkan, bersih dari dosa. Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan haus, tetapi tentang memperbaiki diri secara menyeluruh, baik ucapan, perbuatan, maupun niat dalam hati.


Semoga kita semua mampu menjalankan puasa dengan penuh keimanan dan kesungguhan sehingga mendapatkan pahala yang sempurna dan ampunan dari Allah SWT. Amin ya Rabbal ‘alamin. (Boby)


*) Muhammad Luqmanul Hakim, S.Pd. Guru Pendidikan Agama Islam SMA 17 Agustus 1945 (SMATAG) Surabaya


https://untag-sby.ac.id
https://www.untag-sby.ac.id

\