Dua Mahasiswi Untag Sabet Medali Nasional Lewat Inovasi Pendidikan

  • 27 November 2025
  • 39

Dua mahasiswa Untag Surabaya membuktikan bahwa strategi, kerja keras, dan keberanian mengambil peluang dapat membuahkan hasil berkelas nasional. Ainilya Salwa Asyiva mahasiswa Program Studi Sastra Inggris, semester 7 dan Devita Permatasari mahasiswa Program Studi Psikologi, semester 5 sukses meraih Silver Medal pada Idea Fest 4 di Bali dan Bronze Medal pada Cipta Nusantara Fest 2025 di Yogyakarta.


Kesempatan mengikuti Idea Fest 3 datang mendadak, hanya beberapa hari sebelum penutupan pendaftaran. Dengan waktu persiapan sekitar satu minggu, Salwa dan Devita menyusun esai bertema pembelajaran bahasa Inggris berbasis game-based learning, lengkap dengan poster akademik sebagai pendukung. 


“Persiapan kami berlangsung cepat. Hampir setiap hari kami menyusun ide, menulis bagian esai, dan menyiapkan poster sambil tetap mengikuti kegiatan kampus. Waktunya terbatas, tetapi tetap kami jalani karena sayang kalau tidak dicoba,” ujar Salwa (21/11).


Idea Fest 3 digelar pada 1–2 November 2025 di Universitas Dhyana Pura, Bali. Meski persiapan singkat, keduanya mampu menyampaikan presentasi dengan baik dan membawa pulang Silver Medal. Pengalaman ini istimewa bagi Salwa karena menjadi lomba esai pertamanya secara luring. Keduanya berasal dari program studi berbeda, tetapi bersatu dalam satu karya lintas disiplin berbasis inovasi pendidikan.


Usai kompetisi di Bali, Salwa dan Devita langsung beralih ke tantangan berikutnya pada Cipta Nusantara Fest yang digelar pada 14–15 November 2025 di Universitas Negeri Yogyakarta. Pada ajang ini, mereka memperkenalkan konsep baru “scrabble permanence”, media pembelajaran interaktif bagi siswa tingkat menengah. Persaingan lebih ketat, dengan peserta berasal dari berbagai kampus besar yang datang dengan persiapan matang.


“Awalnya kami sempat merasa minder, tetapi tetap maju karena sejak awal sudah sepakat untuk menyelesaikan apa yang kami mulai,” ungkap mahasiswa Sastra Inggris tersebut


Kemenangan ini membawa dampak nyata di lingkungan akademik. Program Studi Sastra Inggris membuka kelas Essay Writing dan membentuk komunitas penulisan akademik sebagai ruang belajar mahasiswa lain.


“Dulu tidak ada kelas Essay. Setelah menang, Kaprodi meminta dibuatkan satu kelas dan komunitas khusus untuk Essay Writing. Aku diminta ikut mengajar dan membimbing adik-adik tingkat,” jelas Salwa. Ia berharap kelas tersebut dapat melahirkan mahasiswa lain yang siap berprestasi dan meneruskan capaian tersebut.


Keduanya juga telah menyiapkan dua proyek inovasi baru untuk lomba tahun depan. Masih berfokus pada game-based learning, proyek selanjutnya akan dikembangkan ke ranah digital agar lebih relevan dengan perkembangan teknologi.


“Sudah ada yang berjalan. Konsepnya masih game-based learning, tetapi diarahkan menjadi digital agar lebih sesuai perkembangan,” tutup Salwa


Prestasi Salwa dan Devita membuktikan bahwa kolaborasi lintas prodi dapat menghasilkan inovasi yang kuat serta menunjukkan bahwa mahasiswa Untag Surabaya mampu bersaing di tingkat nasional. Keberhasilan ini sekaligus menegaskan komitmen kampus dalam mendukung prestasi melalui dukungan akademik, administratif, dan semangat mahasiswa mengikuti berbagai kompetisi. (Gisela)


https://untag-sby.ac.id
https://www.untag-sby.ac.id

\