Kabar membanggakan kembali datang dari dunia kuliner Indonesia. Batagor, jajanan legendaris asal Bandung, Jawa Barat, sukses mencuri perhatian dunia setelah dinobatkan sebagai gorengan terenak nomor lima di dunia versi Taste Atlas.
Dilansir dari laman resmi tasteatlas.com dalam daftar Top 100 Best Dishes – Snacks yang diperbarui pada 24 Oktober 2025, batagor berhasil menempati posisi kelima, hanya kalah tipis dari Guotie, pangsit khas Tiongkok yang menduduki peringkat pertama.
Rating Batagor Bandung Tipis dengan Guotie
Guotie asal Tiongkok menempati posisi teratas dengan skor 4,7. Hidangan ini merupakan pangsit khas Tiongkok Utara yang berisi daging babi cincang, sawi putih, daun bawang, jahe, anggur beras, dan minyak wijen, dengan perpaduan tekstur renyah di luar dan lembut di dalam.
Menariknya, batagor Bandung meraih skor tipis di bawahnya, yakni 4,6. Jajanan yang merupakan singkatan dari bakso tahu goreng ini telah menjadi ikon kuliner jalanan Nusantara dan mudah ditemui, mulai dari pedagang keliling hingga restoran mewah di berbagai kota besar Indonesia.
Gurihnya Batagor yang Bikin Dunia Terpikat
Cita rasa batagor memang tiada duanya. Adonan tepung dan ikan tenggiri dibungkus kulit pangsit, lalu digoreng hingga berwarna keemasan. Sajian ini kemudian disiram saus kacang kental, diberi kecap manis, sambal, serta perasan jeruk limau yang menghadirkan sensasi gurih, pedas, dan segar sekaligus. Kombinasi rasa itulah yang membuat siapa pun mudah jatuh cinta pada batagor.
10 Gorengan Terenak di Dunia Versi Taste Atlas
Dalam daftar Taste Atlas edisi 24 Oktober 2025, sepuluh gorengan terenak di dunia berturut-turut adalah:
1. Guotie dari China
2. Hamamatsi Gyoza dari Jepang
3. Karantika dari Algeria
4. Roti Canai dari Malaysia
5. Batagor Bandung dari Indonesia
6. Kepta Duona dari Lithuania
7. Gyoza dari Jepang
8. Khachapuri dari Georgia
9. Sfiha dari Lebanon
10. Pao de Queijo dari Brazil
Tak hanya batagor, data terakhir pada 24 Oktober 2025, pempek Palembang juga turut mewakili Indonesia dengan menempati peringkat ke-39 dan meraih skor 4,4, disusul pisang goreng di posisi ke-44 dengan nilai yang sama.
Capaian ini menegaskan bahwa kekayaan cita rasa kuliner Indonesia mampu bersaing di panggung dunia, membuktikan bahwa olahan sederhana khas Nusantara memiliki daya tarik dan kelezatan yang mendunia. (Boby)