Momen Ramadan menjadi waktu yang tepat untuk menebarkan kebaikan dan mempererat kepedulian terhadap sesama. Semangat tersebut diwujudkan Untag Surabaya melalui kegiatan buka bersama sekaligus santunan bagi anak-anak yatim pada 11 Maret 2026 di Gedung Graha Widya Lantai 2 Untag Surabaya.
Kegiatan ini dihadiri oleh Pengawas Yayasan Perguruan 17 Agustus 1945 (YPTA) Surabaya, Pengurus YPTA Surabaya, jajaran pejabat struktural Untag Surabaya, serta undangan dari berbagai panti asuhan di Surabaya.
Sebanyak 110 anak dari berbagai panti asuhan turut hadir memeriahkan kegiatan ini. Mereka berasal dari Lembaga Sosial Nurul YAPIFA, Laznas Sahabat Yatim, Panti Al Hasyimi, Yayasan Al Anshor, Yayasan Yatim Sayang Nginden, Bismar Al Mustakim, PA Putri Aisyiyah, Yayasan Al Hidayah, Yayasan Baziz, hingga Panti Asuhan Ulul Azmi.
Rektor Untag Surabaya, Dr. Harjo Seputro, S.T., M.T., dalam sambutannya menekankan pentingnya semangat berbagi di bulan Ramadan yang diwujudkan melalui kepedulian kepada sesama, terutama kepada anak-anak panti asuhan yang hadir.
“Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian kepada sesama. Momen Ramadan adalah waktu yang tepat untuk berbagi kebaikan. Untuk adik-adik panti asuhan yang hadir di sini, kalian tidak sendiri. Kami yang hadir di sini adalah keluarga kalian. Teruslah belajar dan gapai cita-cita dengan semangat. Insyaallah akan banyak doa yang menyertai langkah kalian,” ujarnya (11/3)
Ia juga berharap kegiatan ini dapat membawa keberkahan serta mempererat tali persaudaraan, sekaligus mengingatkan semua pihak untuk senantiasa bersyukur dan peduli terhadap sesama.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan berbagai rangkaian acara yang berlangsung hangat dan penuh kebersamaan, mulai dari storytelling Ramadan, pembagian santunan kepada anak yatim, hingga kultum dan doa bersama menjelang waktu berbuka puasa.
Suasana semakin meriah saat sesi storytelling bertema “Amalan Kebaikan di Bulan Ramadan”. Adik-adik panti asuhan tampak antusias menyimak kisah yang disampaikan oleh pendongeng. Dengan gaya penyampaian yang interaktif serta penggunaan atribut boneka sebagai alat bantu, storyteller berhasil menarik perhatian para peserta hingga cerita berakhir.
Menjelang waktu berbuka, kegiatan dilanjutkan dengan kultum oleh Ir. Ar. Muhamad Faisal, S.T., M.T., IAI. yang membahas makna berbagi kepada anak yatim serta pentingnya kepedulian sosial selama Ramadan. Setelah itu, seluruh peserta bersama-sama memanjatkan doa sebelum menikmati hidangan berbuka puasa.
Pembagian santunan kepada anak-anak panti asuhan juga dilakukan secara simbolis oleh para pejabat struktural yang hadir. Momen tersebut menjadi salah satu bagian yang paling dinantikan oleh para peserta.
Salah satu anak dari Panti Asuhan Al-Hasyimi, Rayan Putra, mengungkapkan kegembiraannya bisa mengikuti kegiatan tersebut.
“Saya sangat senang bisa ikut kegiatan buka bersama di Untag Surabaya hari ini. Seru, bisa ketemu teman-teman dari panti lain dan mendengarkan dongeng yang lucu,” tutupnya.
Melalui kegiatan ini, Untag Surabaya berharap semangat berbagi dan kepedulian sosial dapat terus tumbuh di lingkungan kampus maupun masyarakat, khususnya dalam memaknai bulan suci Ramadan sebagai momentum untuk mempererat kebersamaan. (Dini)