Kecanggihan teknologi Artificial Intelligence (AI) ChatGPT buatan OpenAI semakin popular, terutama di kalangan generasi muda. Tak hanya menjawab pertanyaan secara detail dan menyeluruh, ChatGPT bahkan dianggap mampu memahami penggunanya secara personal, hingga kerap dijadikan penasihat hidup oleh generasi Z.
Melansir Kompas.com, ChatGPT dinilai mampu memberikan jawaban yang terasa relevan dan tepat sasaran, seolah mengenal siapa lawan bicaranya. Misalnya, ketika seseorang bertanya tentang olahraga yang cocok, ChatGPT bisa langsung memberikan rekomendasi sesuai tanpa perlu penjelasan panjang dari pengguna.
Hal ini bukan terjadi secara ajaib. Kemampuan ChatGPT tersebut, menurut CEO OpenAI Sam Altman, berasal dari informasi yang diberikan oleh pengguna, baik secara sadar maupun tidak. Data yang disampaikan selama percakapan akan terekam dalam sistem memori ChatGPT dan digunakan kembali untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan selanjutnya.Â
Sebagai contoh, jika sebelumnya pengguna pernah berdiskusi tentang tugas sekolah, ChatGPT akan menyimpan konteks tersebut. Kemudian, saat pengguna bertanya mengenai kegiatan harian, ChatGPT dapat merespons dengan jawaban yang sesuai dengan status pengguna sebagai pelajar.
Tren ini bahkan sempat viral di media sosial lewat tagar #What You Know of Me ChatGPT. Dalam tren tersebut, pengguna meminta ChatGPT mendeskripsikan diri mereka berdasarkan riwayat percakapan yang pernah terjadi. Hasilnya diunggah dalam bentuk gambar atau teks, dan banyak yang mengaku takjub karena deskripsi yang diberikan sangat mencerminkan kepribadian mereka.
Lebih dari sekadar hiburan, fitur memori ini ternyata membuat interaksi dengan ChatGPT menjadi lebih fokus dan efisien. Jawaban yang diberikan bisa langsung menyesuaikan konteks pengguna, sehingga tidak perlu mengulang informasi setiap kali memulai percakapan baru.
Meski demikian, di balik kecanggihan tersebut, pengguna tetap diimbau untuk berhati-hati dalam membagikan informasi pribadi. Seperti layanan digital lainnya, keamanan dan privasi menjadi aspek penting yang perlu diperhatikan dalam pemanfaatan teknologi AI.
Dengan segala kemampuannya, tak heran jika ChatGPT kini menjadi salah satu alat digital yang banyak digunakan—tidak hanya untuk keperluan akademik dan profesional, tetapi juga sebagai teman diskusi, tempat curhat, hingga penentu keputusan hidup, khususnya bagi generasi muda. (Eka)