Pondok Ramadan SMATAG Surabaya Jadi Bekal Ibadah dan Syarat Ujian Agama

  • 02 Maret 2026
  • 73

Siswa kelas X SMA 17 Agustus 1945 (SMATAG) Surabaya mengikuti kegiatan Pondok Ramadan pada 26–27 Februari 2026. Program wajib di bawah bidang kesiswaan melalui Seksi Kerohanian Islam (SKI) ini dilaksanakan rutin setiap tahun sebagai bagian pembinaan karakter dan penguatan nilai keagamaan siswa.


Kegiatan yang diikuti seluruh siswa kelas X tersebut menjadi agenda tahunan sekolah untuk membina kebiasaan ibadah dan pemahaman keagamaan sejak awal masa belajar di SMATAG Surabaya. 


Kepala SMATAG Surabaya, Drs. M. Ecep Sudrajat, M.M., mengatakan Pondok Ramadan merupakan bagian dari pembinaan karakter dan penguatan nilai religius siswa sejak dini.


“Pondok Ramadan sifatnya wajib dan harus diikuti siswa kelas 10 setiap tahunnya. Setelah mengikuti kegiatan ini, mereka akan mendapatkan sertifikat,” ujarnya (26/2)


Ia menjelaskan, sertifikat tersebut menjadi salah satu syarat saat siswa duduk di kelas XII untuk mengikuti ujian praktik Pendidikan Agama Islam. Siswa yang tidak mengikuti kegiatan harus mengulang pada tahun berikutnya.


“Kalau kelas 12 mau ujian praktik agama Islam tidak punya sertifikat Pondok Ramadan, ya harus mengulang. Jadi kalau sekarang tidak ikut, otomatis tidak lulus kegiatannya” tegasnya.


Selama dua hari, siswa mengikuti rangkaian materi dan praktik ibadah yang mencakup makna Ramadan, esensi puasa, tadarus Al-Qur’an, tausiyah, serta pembiasaan salat berjamaah.


Menurut Ecep, kegiatan ini bukan sekadar formalitas untuk memperoleh sertifikat, tetapi menekankan penanaman nilai keagamaan dan kesadaran spiritual.


“Kalau sisi normatifnya memang untuk sertifikat. Tapi yang lebih penting adalah nilai-nilainya. Supaya anak lebih memahami Ramadan itu apa dan puasa itu apa,” jelas Kepala Sekolah SMATAG Surabaya tersebut


Lebih lanjut, Ecep menambahkan bahwa puasa merupakan ibadah yang menuntut kejujuran karena pelaksanaannya tidak selalu dapat diawasi manusia.


“Salah satu ibadah yang hubungannya langsung antara kita dengan Allah itu puasa. Yang tahu kita puasa atau tidak hanya kita dan Allah. Kadang anak berpuasa hanya karena disuruh. Tidak tahu esensinya apa. Nilai kejujuran dan kesadaran itulah yang ingin kami tanamkan,” tutupnya


Melalui Pondok Ramadan yang rutin diikuti siswa kelas X setiap tahun, SMATAG Surabaya menanamkan pemahaman esensi ibadah sekaligus menegaskan komitmen pendidikan yang tidak hanya berfokus pada akademik, tetapi juga pada penguatan karakter dan nilai religius siswa. (Boby)


https://untag-sby.ac.id
https://www.untag-sby.ac.id

\